Hidayatullah.com—Israel membuka sebelas misi diplomatik baru di seluruh dunia antara tahun 2010 dan 2012, lapor kantor Kementerian Keuangan. Di antara misi-misi diplomatik itu adalah sebuah misi diplomatik di Teluk Persia (Teluk Arab), namun para pejabat Zionis menolak untuk memberikan komentar mengenai hal itu, lansir Russia Today Ahad (12/5/2013).
Susunan anggaran Kementerian Keuangan untuk tahun depan yang sudah diserahkan guna dimintai persetujuan kabinet pekan ini, mengungkap bahwa Israel telah membuka hampir selusin kantor misi diplomatik baru di seluruh dunia sejak 2010.
Dalam situs Kementerian Keuangan Zionis disebutkan kantor-kantor misi diplomatik itu terletak di Ashgabat (Turkmenistan), Wellington (Selandia Baru), Accra (Ghana), Tirana (Albania) dan Karibia. Selain itu terdapat pula di Guangzhou (China), Sao Paolo (Brazil), Munich (Jerman) dan St. Petersburg (Rusia), serta “sebuah delegasi diplomatik untuk kawasan Pasifik.”
Namun, Kemenlu Israel menolak untuk memberikan informasi lebih lanjut mengenai sebuah misi diplomatik yang kabarnya didirikan di kawasan Teluk Persia.
“Kami tidak bisa mengkonfirmasi hal ini,” kata kantor Kemenlu dikutip Haaretz.
Hingga saat ini Israel tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan nagara-negara di Teluk Arab, yang terdiri dari Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.
Menurut peneliti utama di Institute for National Security Studies di Tel Aviv Mark A Heller kepada Russia Today, tidak ada hal baru terkait upaya Israel menjangkau negara-negara di Teluk Arab, sebab hal itu sebelumnya sudah ada.
Ketika ditanya alasan dibalik diperbaharuinya hubungan diplomatik itu, Heller mengatakan jawabannya adalah satu kata, yaitu Iran. Hubungan yang lebih baik dengan negara-negara Teluk akan memfasilitasi “koordinasi dan analisis yang lebih baik,” saat ada ancaman yang datang dari Iran.
Kabar mengenai adanya hubungan diplomatik “rahasia” antara Zionis Israel dengan negara-negara di kawasan Arab ini mencuat menyusul kabar upaya Israel memperbaiki garis perbatasan dengan negara-negara tetangganya.
Awal bulan ini dilaporkan bahwa Israel sedang mempertimbangkan untuk berkawan dengan beberapa negara Arab “moderat” dengan bantuan Amerika Serikat yang dikaitkan dengan aliansi pertahanan.
Sebagaimana diketahui negara-negara Arab memiliki kerjasama pertahanan yang erat dengan AS.
Sunday Times yang mengutip seorang pejabat Zionis yang tidak disebutkan namanya melaporkan, kerjasama itu diduga akan dijalan Israel dengan Arab Saudi, Yordania, Turki dan Uni Emirat Arab.
Patut diketahui sejumlah negara Arab seperti Yordania, Mesir dan Turki memang telah memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, meskipun kadang-kadang memanas.*