Hidayatullah.com–Pasukan pertama dari Garda Nasional Arab Saudi telah dikerahkan di perbatasan dengan Yaman, menurut media resmi.
Mereka akan bergabung dengan para anggota penjaga perbatasan dan pasukan yang telah memperkuat garis depan sejak 16 Maret ketika koalisi pimpinan Saudi memulai serangan-serangan udara terhadap para pemberontak Syiah Al Hautsi (Syiah Al-Houthi) dan para sekutunya di Yaman.
Pasukan Garda Nasional “telah tiba di kawasan Najran untuk ikut serta dalam pertahanan perbatasan di bagian selatan… bertugas menghadapi kemungkinan dari ancaman-ancaman,” kata kantor berita Arab Saudi SPA, dikutip Antara.
Raja Salman mengumumkan pada 21 April mobilisasi Garda Nasional, beberapa jam setelah koalisi menyatakan diakhirinya operasi serangan udara yang dikenal dengan nama “Badai Operasi Pamungkas”.
Kendati ada deklarasi tersebut, koalisi itu terus melakukan serangan-serangan udara di Yaman, tempat para pemberontak Al Hautsi dukungan Iran bersekutu dengan unit-unit tentara yang setia kepada mantan Presiden Ali Abdullah Saleh.
Mereka berperang melawan pasukan yang setia kepada Presiden Abdurrabbu Mansyur Hadi, yang telah mengasingkan diri ke Riyadh dengan para anggota pemerintahnya.
Garda Nasional yang dibentuk dari berbagai kabilah pendukung dinasti Saudi sejak berkuasa di Jazirah Arab dipimpin oleh Pangeran Miteb bin Abdullah.*