Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Korban Pro Mursy Dimakamkan, Desakan Opsi Damai

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 Juli 2013 07:58 7:58 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Juli 2013 07:58
Bagikan
Korban serangan militer Mesir
Bagikan

Hidayatullah.com—Hari ini, para pengunjuk rasa pendukung presiden Mesir yang digulingkan Mohammad Mursy mulai memakamkan sebagian korban yang gugur akibat dibunuh dalam serangan yang dilakukan pasukan militer Mesir di tengah kecaman meluas di dunia Arab dan internasional atas pembantaian tersebut.

Sebelumnya rumah sakit lapangan di Rabi’ah al Adawiyah dan laporan-laporan berbagai media memastikan banyak korban gugur dari para pendukung presiden terpilih Muhammad Mursy, sebagian besarnya terkena tembak di kepala, dada dan jantung secara langsung. Dari lebih dari 5000 pengunjuk rasa mengalami luka-luka, 200 di antaranya terkena tembak.

Mengutip Pusat Informasi Palestina (PIC), direktur rumah sakit lapangan menjelaskan lebih dari 50 korban yang terluka dalam konsisi kritis dan telah dibawa ke rumah sakit-rumah sakit terdekat.

Mengutip Reuters, serangan diawali oleh tembakan gas air mata saat massa menjalankan salat Subuh. Tembakan gas air mata itu dibalas dengan lemparan batu oleh massa anak muda berani mati pendukung Mursy yang menyebut dirinya ’’Pemuda Siap Mati Syahid’’.

’’Mereka tidak menembak untuk melukai, tapi membunuh,’’ ujar Juru Bicara Al Ikhwan al Muslimun Gehad el Haddad kemarin.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pola serangan menjelang fajar tersebut mirip serangan serupa terhadap pendukung Mursy di kompleks Garda Republik di Kairo, tiga pekan lalu. Saat itu, militer juga menembaki massa yang sedang salat Subuh dan menewaskan 61 orang.

Selain di Kairo, bentrokan hebat dilaporkan terjadi di Iskandariyah, kota terbesar kedua setelah Kairo. Media massa setempat melaporkan, sekitar 200 pendukung Mursy masih terperangkap di Masjid Agung Qaid Ibrahim di pusat Kota Iskandariyah karena dikepung aparat kemanan sejak Jumat malam (26/07/2013).

Yang menarik, tragedi menjelang fajar tersebut tidak disiarkan satu pun televisi pemerintah. Di layar TV hanya tampak berkali-kali tayangan ulang demo pendukung tentara.

Laporan Reuters di tempat kejadian melihat, minimal ada 36 mayat yang tergeletak. Sementara itu, stasiun televisi Aljazeera melaporkan bahwa 120 orang tewas dan 4.500 lainnya luka-luka.

AljJazeera juga melaporkan, dokter di rumah sakit menyatakan 16 orang tewas. Petugas kesehatan juga mengungkapkan, melihat begitu banyaknya korban, jumlah tersebut sangat mungkin bertambah. Kebanyakan korban mengalami luka tembak dan sesak karena gas air mata. Jika jumlah korban berhasil dikonfirmasi dan mencapai angka tersebut, bisa dipastikan itu adalah insiden paling mematikan setelah jatuhnya Mursy.

Sementara itu, Presiden Sementara Mesir Adli Mansour justru tak mengingatkan keberingasan pihak militer, namun hanya meminta pendukung mantan Presiden Muhammad Mursy segera mengakhiri unjuk rasa dan kembali ke rumah masing-masing.

’’Pulanglah dan saya secara pribadi berjanji tidak ada seorang pun yang akan menuntut Anda secara hukum,’’ tegas Mansur saat diwawancarai salah satu stasiun televisi lokal sebagaimana dilansir kantor berita Xinhua.

Opsi kompromi

Sejumlah intelektual Mesir mengusulkan inisiatif untuk keluar dari krisis yang terjadi di Mesir saat ini. Yang menegaskan penolakannya atas apa yang disebut dengan kudeta militer dan mengembalikan pemerintah sah yang dipimpin Presiden Mohammad Mursy, untuk memberi mandat konsensual kewenangan kepada perdana sampai dilaksanakan Pemilu baru.

Aljazeera juga memuat teks inisiatif  yang berisi sejumlah poin yang dibacakan oleh mantan calon presiden Muhammad Salim Awa. Disebutkan dalam inisitif tersebut, berdasarkan pasal 141 dan 142 konstitusi 2012, presiden memberi mandat kepada perdana menteri konsesi kewenangan penuh, kemudian menyerukan pemerintah sementara untuk memilih dewan selama 60 hari. Setelah itu, menurut inisiatif, dewan membentuk pemerintah tetap, kemudian mengadakan Pemilu presiden dini sesuai dengan konstitusi. Setelah itu dimulai langkah-langkah perubahan konstitusi.

Awa menyatakan presiden yang dimaksud dalam inisiatif adalah “presiden yang sah yaitu Mohammad Mursy dan bukan presiden hasil kudeta, dan yang dimaksud dengan perdana menteri adalah perdana menteri konsensual dan bukan perdana menteri hasil kudeta militer yaitu Hazim Bablawi.

Salim Awa mengatakan bahwa Pemilu dan referendum merupakan satu-satunya sarana untuk mengekspresikan kehendak rakyat. Dia menyatakan bahwa pidato Menhan Abdul Fattah as Sisi yang menyerukan rakyat Mesir untuk memberi mandat kepada untuk memerangi apa yang disebutnya “teroris” adalah seruan untuk mengadu domba rakyat.

Sementara Sekjen PBB Ban Ki-moon menyerukan agar semua pihak menahan diri. Dia menyatakan mendukung hak setiap warga Mesir untuk melangsungkan demonstrasi damai. Dia menambahkan, militer Mesir seharusnya mengakhiri penangkapan sepihak dan bentuk-bentuk pelanggaran lain yang dilaporkan.

Dikutip Reuters, Ban Ki-moon mengimbau agar Mursy dan para anggota al Ikhwan al Muslimin lain yang ditahan dibebaskan atau kasus hukumnya dikaji ulang.* 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al Ikhwankorban militer MesirPendukung Mursyserangan militer
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KBRI Kairo Minta Mahasiswa Tak Ikut Campur Politik Mesir
Tulisan selanjutnya Bermegah-megah, Tanda Kehancuran!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Berita
14 Juli 2026 21:00
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?