Hidayatullah.com—Jerman sepertinya akan memiliki akses ke beberapa macam vaksin coronavirus di masa mendatang, Robert Koch Institute yang merupakan otoritas kesehatan publik di negara itu.
Dalam wawancara yang dipublikasikan hari Rabu (16/9/2020) oleh Funke Mediengruppe, wakil pimpinan RKI Dr Sabine Wicker mengatakan ada banyak kandidat vaksin sekarang ini dan vaksin tertentu kemungkinan lebih cocok untuk kelompok tertentu misalnya golongan usia tua.
Komisi vaksinasi di RKI diberi tugas untuk menentukan prioritas siapa yang akan mendapatkan vaksin terlebih dahulu dengan skenario dugaan hanya terdapat vaksin dalam jumlah terbatas. Dalam situasi seperti itu, RKI harus menentukan kelompok mana yang dinilai paling berisiko terpapar Covid-19 dan yang mendapatkan prioritas pertama vaksinasi.
Kelompok yang dipandang patut mendapatkan prioritas antara lain tenaga medis, orang dengan penyakit kronis dan orang berusia lanjut (manula), kata Dr Wicker seperti dilansir DW.
RKI sudah membentuk satuan tugas vaksin Covid-19 sejak awal tahun ini, jauh sebelum vaksin tersedia.
Menurut Dr Wicker, tidak mungkin menunggu vaksin yang sudah mendapatkan persetujuan sepenuhnya, dan oleh karena itu komisi sudah membuat kerangka rekomendasi sebelum kandidat-kandidat vaksin yang ada mendapatkan lampu hijau atau izin untuk diproduksi massal.
Hari Selasa (15/9/2020), Menteri Kesehatan Jens Spahn dan Menteri Riset Anja Karliczek mengatakan bahwa mereka yakin vaksin coronavirus sudah akan tersedia pada tahun 2021.
Namun, Karliczek memperingatkan sepertinya vaksin akan baru tersedia pada pertengahan tahun depan. Keselamanan “merupakan prioritas absolut” dalam pengembangan serum, katanya.
Kedua menteri itu mengumumkan bahwa pemerintah Jerman berencana menyediakan dana €750 juta untuk menyokong pengembangan vaksin coronavirus yang dilakukan perusahaan-perusahaan Jerman.
Perusahaan bioteknologi Biontech akan menerima €375 juta dan perusahaan birofarmasi Curevac €230 juta. IDT Biologica juga akan mendapatkan sokongan finansial dari pemerintah.*