Hidayatullah.com—Selepas shalat Jum’at, (23/08/2013) jama’ah lebih dari 30 masjid di kota Kairo turun ke jalan, semakin sore masa terus bertmbah, malam hari total semua iring-iringan demonstran mencapai 300 kelompok yang terpencar di seluruh propinsi Mesir.
Ratusan ribu masa tersebut berdemonstrasi menentang yang mereka sebut kudeta militer pimpinan Jenderal Abdul Fatal al Sisi. Beberapa pakar menyebutkan dibebaskannya mantan Presiden tangan besi Mesir Husni Mubarak menjadi salah satu sebab bertambahnya jumlah demonstran.
Masa penentang kudeta pimpinan Jendral Abdul Fattah As-Sisi yang telah mendepak mantan Presiden Mesir terpilih D Mohammad Mursy pada 03 Juli 2013 lalu, menegaskan kembali bahwa mereka tidak akan berhenti berdemo sampai Presiden Mohammad Mursy yang digulingkan kembali kepada tahtanya, demikian lansir Aljazeera (23/08)/2013.
Kebohohan media
Seperti hari-hari sebelumnya, semenjak Chanel TV berlatar Islam dilarang mengudara, pemberitaan media di Mesir tak jarang kontra diktif satu dengan lainnya.
Seperti berita tentang jumlah korban tewas dan terluka pada Rabu berdarah lalu di Rabi’ah, korban tewas di penjara Abu Za’bal, dan kejadian-kejadian lainnya.
Hampir semua media dalam negeri memberitakan berita yang bertentangan dengan pemberitaan dari pihak Al Ikhwan al Muslimin yang memberikatakan melewati laman Facebook resmi mereka, Al Misru 25.
Begitupun siaran Live TV Al Jazeera yang menampilkan demonstrasi masa menentang kudeta pimpinan Jendral Abdul Fattah As-Sisi di 300 titik yang tersebar di seluruh Mesir, berbeda dengan media dalam Negeri Mesir.
TV Al-Ashimah di waktu yang sama memberitakan tidak terjadi demonstrasi, layar kaca mereka hanya menampilkan beberapa lokasi razia kendaraan bermotor oleh militer, dan beberapa ruas jalanan ibu kota yang tampak sepi.
Sementara bebera TV menyiarkan TV Misr Diddhu Al Irhab (Mesir Melawan Teroris) sama dengan TV Al-Ashimah dan media-media dalam negeri lainnya.
Seperti diketahui, meski telah jatuh banyak korban, Ikhwanul Muslimin bersama dengan para pendukung revolusi masih tetap melakukan demonstrasi.
Hari Kamis, (22/08/2013) ribuan demonstran turun ke jalan di kota Kairo, Iskandaria, Fayyum, dan Arisy menyerukan demonstrasi besar-besaran dengan nama “Juma’ah Syuhada”.*/Rizky U (Mesir)