Hidayatullah.com—Pria India berusia 72 tahun, Asaram Bapu, dibekuk polisi dan dijebloskan ke dalam tahanan sebagai tersangka pemerkosa gadis berusia 16 tahun.
Asaram Bapu yang dikenal sebagai guru spiritual Hindu itu dilaporkan memperkosa remaja perempuan di salah satu ashramnya.
Ashram merupakan tempat para guru spiritual Hindu India melakukan meditasi, yoga dan ritual keagamaan lain, serta memberikan pengajaran kepada para pengikutnya. Tempat itu memiliki bilik-bilik penginapan dan biasanya terletak di lingkungan yang sepi, tenang, tertutup dari hiruk-pikuk kehidupan masyarakat sehari-hari. Ashram merupakan simbol kuat sejarah dan teologi Hindu. Semacam monasteri dalam agama Kristen.
Pengadilan memerintahkan Bapu mendekam dalam tahanan sambil menunggu keputusan besaran uang jaminan pembebasan dari tahanan, lapor Hindustan Times (1/9/2013).
Gadis korban pemerkosaan mengatakan kepada polisi bahwa pada 15 Agustus lalu Asaram memperkosa dirinya selama satu setengah jam di sebuah bilik yang terkunci, sementara ibunya menunggu di luar sambil mengucapkan rapal-rapal doa “ritual mengusir setan” untuk putrinya.
“Kami tidak menyangka dia seorang jahanam yang berkeliaran sebagai guru spiritual,” kata ayah gadis itu di kota Lucknow, Ahad (1/9/2013). Dia mengaku menyesal telah menyumbangkan tanah seluas 7 acre dan uang kepada ashram milik Asaram Bapu. Orangtua korban juga mengaku mendapat tekanan kuat untuk membatalkan gugatan hukum atas Asaram.
Masyarakat hendaknya tidak membabi buta mempercayai orang yang berdandan seperti pengikut dewa, kata ayah korban.
“Asaram membawa putri saya ke ruang pribadinya untuk melakukan ritual mengusir roh jahat dan dia kemudian memperkosanya.”
Pada 15 Agustus, sebelum melakukan ritual, Asaram berbicara kepada kedua orangtua korban dan meminta mereka untuk duduk di dekat pintu gerbang biliknya, melakukan meditasi dan setelah itu pergi, kata gadis korban kepada petugas. Asaram bahkan menyarankan agar gadis itu dibawa ke Ahmedabad untuk mendapatkan “perawatan” lebih lanjut.
Kemudian, setelah memasuki ruangan, Asaram mematikan lampu-lampu dan menyuruh gadis itu pergi mengecek keberadaan orangtuanya.
“Ketika saya katakan ayah sudah pergi, tetapi ibu masih duduk di luar, dia mengunci pintu dan mulai menodai saya,” cerita gadis itu.
Menyusul penangkapan Bapu, ratusan ribu pendukungnya di India melakukan protes dan mengatakan penangkapan guru mereka itu berlatar belakang politik.
Rangkuman biodata Asaram yang dibuat AFP menyebutkan, Asaram Bapu dilahirkan tahun 1941 di Asumal Harpalani di Sindh, tapi kemudian keluarganya pindah dan menetap di Maninagar, Ahmedabad.
Sebelum menyatakan diri sebagai guru spiritual dan mendirikan ashram di Montera 35km dari Ahmedabad, Asaram diketahui pernah menjadi pembuat dan penyelundup minuman keras di Gujarat.
Sebagai guru spiritual dia menawarkan pengobatan segala macam penyakit mulai dari kanker hingga kecanduan pornografi, melalui panduan dalam cakram digital (CD), produk-produk ayurvedik (pengobaan tradisi India) dan konsultasi.
Pengikutnya diduga mencapai 20 juta orang, dengan 425 ashram di 12 negara, termasuk Amerika Serikat, Kanada, Hongkong dan Afrika Selatan. Total kekayaan “kerajaan spiritualnya” diduga lebih dari 10.000 crore (1 crore = 10 juta rupe).
Dengan kekayaan sebanyak itu, maka tidak heran jika Asaram Bapu kerap terlihat bepergian dengan menggunakan mobil mewah merek BMW, Mercedes, helikopter sewaan dan hanya mau terbang dengan pesawat kelas bisnis.
Seperti halnya Sai Baba, mendiang guru spiritual yang populer di dalam dan luar India dan bergelimang harta, tuduhan kriminalistas semacam ini di India sulit untuk diproses secara adil. Selain memiliki banyak pengikut, para guru spiritual itu mendapatkan backing dari aparat. Sehingga meskipun ada laporan yang masuk, biasanya kemudian hilang dari pantauan media dan publik. Tersangka seringkali dibebaskan dengan uang jaminan, sedangkan korban dan keluarga ditekan untuk tidak melakukan tuntutan hukum.
Penangkapan terhadap Asaram Bapu ini merupakan rangkaian terbaru dari kasus-kasus pemerkosaan yang menghebohkan India. Sebelum ini beberapa kasus pemerkosaan yang dilakukan beramai-ramai oleh sejumlah pria, menimpa tidak hanya remaja dan wanita dewasa, tetapi juga anak perempuan usia 5 tahun serta wisatawan asing.
Rakyat yang marah akibat ketidakbecusan aparat polisi menangani kasus-kasus pemerkosaan, pada bulan Mei lalu bahkan berdemonstrasi di depan kediaman Sonia Gandhi, janda mendiang perdana menteri Rajiv Gandhi yang kini menjadi wakil rakyat. Rakyat murka, sebab polisi tidak menanggapi laporan yang disampaikan keluarga korban usia 5 tahun itu, saat mengetahui putri mereka hilang.
Terdakwa kasus pemerkosaan Desember 2012 atas seorang wanita di atas bus di kota New Delhi, baru satu orang yang divonis pada 31 Agustus kemarin. Terdakwa laki-laki yang masih remaja dibawah usia 17 tahun itu hanya divonis 3 tahun penjara. Rekan-rekannya yang lain belum selesai disidang.
Menanggapi maraknya kasus pemerkosaan dan ketidakbecusan aparat dalam menanganinya, Perdana Menteri India Manmohan Singh sebagaimana dilansir Euronews (21/4/2013) mengakui bahwa India perlu meningkatkan keselamatan, keamanan dan status perempuan di negara itu.*