Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Guru Spiritual Asaram Ditangkap karena Perkosa Gadis Remaja

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 September 2013 11:24 11:24 am
Ama Farah
Dipublikasikan 4 September 2013 11:24
Bagikan
Asaram Bapu saat ditangkap dan memangku gadis dalam ritualnya
Bagikan

Hidayatullah.com—Pria India berusia 72 tahun, Asaram Bapu, dibekuk polisi dan dijebloskan ke dalam tahanan sebagai tersangka pemerkosa gadis berusia 16 tahun.

Asaram Bapu yang dikenal sebagai guru spiritual Hindu itu dilaporkan memperkosa remaja perempuan di salah satu ashramnya.

Ashram merupakan tempat para guru spiritual Hindu India melakukan meditasi, yoga dan ritual keagamaan lain, serta memberikan pengajaran kepada para pengikutnya. Tempat itu memiliki bilik-bilik penginapan dan biasanya terletak di lingkungan yang sepi, tenang, tertutup dari hiruk-pikuk kehidupan masyarakat sehari-hari. Ashram merupakan simbol kuat sejarah dan teologi Hindu. Semacam monasteri dalam agama Kristen.

Pengadilan memerintahkan Bapu mendekam dalam tahanan sambil menunggu keputusan besaran uang jaminan pembebasan dari tahanan, lapor Hindustan Times (1/9/2013).

Gadis korban pemerkosaan mengatakan kepada polisi bahwa pada 15 Agustus lalu Asaram memperkosa dirinya selama satu setengah jam di sebuah bilik yang terkunci, sementara ibunya menunggu di luar sambil mengucapkan rapal-rapal doa “ritual mengusir setan” untuk putrinya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kami tidak menyangka dia seorang jahanam yang berkeliaran sebagai guru spiritual,” kata ayah gadis itu di kota Lucknow, Ahad (1/9/2013). Dia mengaku menyesal telah menyumbangkan tanah seluas 7 acre dan uang kepada ashram milik Asaram Bapu. Orangtua korban juga mengaku mendapat tekanan kuat untuk membatalkan gugatan hukum atas Asaram.

Masyarakat hendaknya tidak membabi buta mempercayai orang yang berdandan seperti pengikut dewa, kata ayah korban.

“Asaram membawa putri saya ke ruang pribadinya untuk melakukan ritual mengusir roh jahat dan dia kemudian memperkosanya.”

Pada 15 Agustus, sebelum melakukan ritual, Asaram berbicara kepada kedua orangtua korban dan meminta mereka untuk duduk di dekat pintu gerbang biliknya, melakukan meditasi dan setelah itu pergi, kata gadis korban kepada petugas. Asaram bahkan menyarankan agar gadis itu dibawa ke Ahmedabad untuk mendapatkan “perawatan” lebih lanjut.

Kemudian, setelah memasuki ruangan, Asaram mematikan lampu-lampu dan menyuruh gadis itu pergi mengecek keberadaan orangtuanya.

“Ketika saya katakan ayah sudah pergi, tetapi ibu masih duduk di luar, dia mengunci pintu dan mulai menodai saya,” cerita gadis itu.

Menyusul penangkapan Bapu, ratusan ribu pendukungnya di India melakukan protes dan mengatakan penangkapan guru mereka itu berlatar belakang politik.

Rangkuman biodata Asaram yang dibuat AFP menyebutkan, Asaram Bapu dilahirkan tahun 1941 di Asumal Harpalani di Sindh, tapi kemudian keluarganya pindah dan menetap di Maninagar, Ahmedabad.

Sebelum menyatakan diri sebagai guru spiritual dan mendirikan ashram di Montera 35km dari Ahmedabad, Asaram diketahui pernah menjadi pembuat dan penyelundup minuman keras di Gujarat.

Sebagai guru spiritual dia menawarkan pengobatan segala macam penyakit mulai dari kanker hingga kecanduan pornografi, melalui panduan dalam cakram digital (CD), produk-produk ayurvedik (pengobaan tradisi India) dan konsultasi.

Pengikutnya diduga mencapai 20 juta orang, dengan 425 ashram di 12 negara, termasuk Amerika Serikat, Kanada, Hongkong dan Afrika Selatan. Total kekayaan “kerajaan spiritualnya” diduga lebih dari 10.000 crore (1 crore = 10 juta rupe).

Dengan kekayaan sebanyak itu, maka tidak heran jika Asaram Bapu kerap terlihat bepergian dengan menggunakan mobil mewah merek BMW, Mercedes, helikopter sewaan dan hanya mau terbang dengan pesawat kelas bisnis.

Seperti halnya Sai Baba, mendiang guru spiritual yang populer di dalam dan luar India dan bergelimang harta, tuduhan kriminalistas semacam ini di India sulit untuk diproses secara adil. Selain memiliki banyak pengikut, para guru spiritual itu mendapatkan backing dari aparat. Sehingga meskipun ada laporan yang masuk, biasanya kemudian hilang dari pantauan media dan publik. Tersangka seringkali dibebaskan dengan uang jaminan, sedangkan korban dan keluarga ditekan untuk tidak melakukan tuntutan hukum.

Penangkapan terhadap Asaram Bapu ini merupakan rangkaian terbaru dari kasus-kasus pemerkosaan yang menghebohkan India. Sebelum ini beberapa kasus pemerkosaan yang dilakukan beramai-ramai oleh sejumlah pria, menimpa tidak hanya remaja dan wanita dewasa, tetapi juga anak perempuan usia 5 tahun serta wisatawan asing.

Rakyat yang marah akibat ketidakbecusan aparat polisi menangani kasus-kasus pemerkosaan, pada bulan Mei lalu bahkan berdemonstrasi di depan kediaman Sonia Gandhi, janda mendiang perdana menteri Rajiv Gandhi yang kini menjadi wakil rakyat. Rakyat murka, sebab polisi tidak menanggapi laporan yang disampaikan keluarga korban usia 5 tahun itu, saat mengetahui putri mereka hilang.

Terdakwa kasus pemerkosaan Desember 2012 atas seorang wanita di atas bus di kota New Delhi, baru satu orang yang divonis pada 31 Agustus kemarin. Terdakwa laki-laki yang masih remaja dibawah usia 17 tahun itu hanya divonis 3 tahun penjara. Rekan-rekannya yang lain belum selesai disidang.

Menanggapi maraknya kasus pemerkosaan dan ketidakbecusan aparat dalam menanganinya, Perdana Menteri India Manmohan Singh sebagaimana dilansir Euronews (21/4/2013) mengakui bahwa India perlu meningkatkan keselamatan, keamanan dan status perempuan di negara itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Inputnya Tauhid , Outputnya Akhlak Mulia
Tulisan selanjutnya Siswa Pesantren Persis 69 Turun ke Jalan Tolak Miss World

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?