Hidayatullah.com—Sekelompok pengungsi Suriah telah memulai aksi mogok makan di tempat penampungan imigran di Pualu Lampedusa, Italia, lansir Euronews (8/11/2013).
Bagi imigran yang telah berhasil menyeberang dari Afrika dalam keadaan hidup, tempat penampungan itu merupakan akhir dari perjalanan berat yang mematikan, sekaligus babak baru dari perjalanan mereka selanjutnya. Para imigran Suriah itu merasa frustasi, sebab tidak diproses secara cepat agar mereka bisa melanjutkan perjalanan ke Eropa.
Salah seorang pengungsi Suriah yang tidak ingin menyebutkan identitas aslinya, karena takut akan mendapatkan balasan di negara asalnya di kemudian hari, mengatakan bahwa merka diperlakukan berbeda dengan imigran lainnya dan mereka ingin cepat-cepat pergi dari sana.
“Orang-orang punya hak untuk melakukan mogok makan. Sebagian dari mereka ada yang sudah berada di sini sejak 14 Oktober dan sekarang mereka ingin pergi. Sedangkan orang-orang lain yang datang belum lama ini sudah pergi duluan. Hal itu tidak masuk akal. Setiap orang seharusnya mengantri gilirannya. Kami tak tahan tinggal di sini tiga atau empat hari lagi.”
Direktur pusat penampungan sementara imigran itu mengakui kondisinya memang tidak dapat dimaklumi dan mereka berusaha untuk melepaskan orang-orang itu pergi dengan segera. Namun menurut direktur itu, staf dan fasilitas yang ada harus berjuang keras agar bisa menangani jumlah migran dan pengungsi yang sangat besar tersebut.
Orang-orang Suriah itu mengaku siap mati kelaparan jika mereka tidak diperbolehkan segera pergi.
Lampedusa dikenal sebagai tempat persinggahan para imigran yang menggunakan jalur laut untuk pergi ke Eropa. Bulan lalu sebuah kapal imigran asal Afrika tenggelam di sekitar pulau itu dan menewaskan sebagian penumpangnya.*