Hidayatullah.com—Unjuk rasa di Bosnia masih terus berlanjut. Memasuki hari keenam, Senin (10/2/2014), para demonstran mulai menuntut agar pemerintah mundur.
Hanya beberapa hari saja unjuk rasa telah menyebar ke lebih dari 30 kota. Akibat desakan para demonstran 4 pemimpin wilayah canton telah mengundurkan diri.
Unjuk rasa berawal di Tuzla, jantung industri Bosnia, di mana 4 perusahaan negara diswastanisasi dan dijual sehingga menimbulkan banyak pengangguran serta para pekerja tidak digaji.
Hari Senin kemarin di Tuzla, kota dibersihkan setelah gedung-gedung pemerintahan setempat dirusak oleh massa yang marah.
Sebelumnya hari Jumat, demonstran di Sarajevo menyemut di luar gedung kepresidenan yang kemudian dibakar api.
Pengunjuk rasa mengatakan, gaji politisi yang terlalu banyak menyebabkan tingkat pengangguran mencapai lebih dari 40 persen dan menimbulkan korupsi di mana-mana. Mereka menuntut agar para teknokrat non-partisan mengambil alih pemerintahan-pemerintahan di daerah.
Sejumlah analis politik mengaku sulit untuk memperkirakan bagaimana demonstrasi itu akan berkembang.
“Bagaimana situasi sekarang ini akan berkembang sulit untuk diperkirakan, sebab situasinya masih cair belum bisa dipetakan. Ini untuk pertama kalinya Bosnia Herzegovina mengalami pemberontakan sosial semacam ini. Menurut saya ini akan tergantung banyak pada cara politisi lokal mengatasinya dan juga bagaimana nantinya tanggapan masyarakat internasional,” kata Srecko Latal seorang analis politik di Sarajevo dikutip Euronews.
Hari Senin di Brussels Menteri Luar Negeri Inggris Willian Hague mengatakan bahwa ketegangan akibat masalah ekonomi merupakan peringatan waspada bagi Uni Eropa.
Saat ini Bosnia Herzegovina masih berstastus sebagai calon anggota potensial di Uni Eropa.*