Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Berencana ke Suriah, Pemuda Amerika Dituntut Sebagai Teroris

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 Maret 2014 19:54 7:54 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 18 Maret 2014 19:54
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang pria Amerika, yang menurut kejaksaan sedang dalam perjalanan menuju Suriah untuk bergabung dengan kelompok pecahan Al-Qaida, telah ditangkap di dekat perbatasan Amerika Serikat-Kanada di negara bagian Washington dengan tuduhan “terorisme.”

Departemen Kehakiman AS mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pemuda berusia 20 tahun bernama Nicholas Teausant, kelahiran Amerika yang masuk agama Islam, berencana menyeberang ke Kanada lalu pergi ke Suriah untuk bergabung dengan salah satu kelompok pemberontak.

Ditangkap di dekat perbatasan Kanada, Teausant dituduh berupaya memberikan dukungan materi kepada “organisasi teroris asing” dalam rencananya bergabung dengan kelompok ISIL (Islamic State of Iraq and the Levant), lansir Aljazeera (18/3/2014).

Penyelidik mengatakan Teausant membicarakan rencananya panjang lebar kepada seorang informan bayaran FBI dan berulang kali menegaskan bahwa dirinya serius akan pergi ke Suriah.

Informan itu lalu menghubungkan Teausant dengan seorang agen intelijen federal yang menyamar, yang setuju untuk mendukung rencanaya bergabung dengan salah satu kelompok di Suriah, sebelum akhirnya dia dibekuk.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sejak awal tahun lalu, Teausant mulai mengekspresikan keinginannya melihat Amerika tumbang. Di internet dia mengatakan, “Saya sangat ingin bergabung dengan tentaranya Allah, tetapi saya tidak tahu bagaimana memulainya.”

Di forum online lainnya, dia mengatakan berharap bisa pergi bertempur ke Suriah. “Saya akan menjadi komandan dan saya akan berada di halaman depan setiap koran di negeri ini,” ujarnya.

Di antara rencana Teausant lainnya adalah muncul di video-video kelompok itu, tanpa penutup wajah dan menjadi orang kulit putih pertama yang membiarkan wajahnya terbuka lebar di depan kamera.

Teausant mengatakan ingin bergabung dengan ISIL dan memerangi kelompok oposisi FSA (Free Syrian Army) yang didukung Barat, kelompok yang juga memerangi rezim Bashar Al-Assad.

Menurut jaksa, Teausant juga mengatakan dia ingin menarget sistem kereta bawah tanah Los Angeles pada malam Tahun Baru atau pada hari Tahun baru, tetapi dia menghentikan keterlibatannya karena khawatir aparat keamanan telah mendapatkan bocoran informasi tentang rencana tersebut.

Jaksa federal mengatakan, Teausant sejak bulan Oktober lalu telah berencana untuk mendukung ISIL, kelompok yang dimasukkan oleh Departemen Luar Negeri AS dalam daftar teroris.

Menurut laporan Reuters (17/3/2014), Teausant ditangkap di dekat perbatasan di Blaine, Washington. Pemuda itu berasal dari California. Dia merupakan seorang mahasiswa San Joaquin Delta Community College di Stockton, California. Pemuda itu juga anggota dari Garda Nasional Angkatan Darat AS yang masuk tahun 2012. Namun, pada bulan Desember 2013 dia termasuk orang yang akan dikeluarkan dari Garda Nasional, di mana dia mendapatkan pangkat prajurit, dengan alasan tidak memenuhi kualifikasi minimum untuk terus lanjut. Dia belum ikut latihan dasar perang militer AS.

Jika dinyatakan bersalah, pemuda itu terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda US$250.000.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dompet Dhuafa Kirim Tim Kemanusiaan ke Afrika Tengah
Tulisan selanjutnya Terkait Kematian Pro-Ikhwan, Polisi Mesir Divonis 10 Tahun Penjara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?