Hidayatullah.com— Lembaga pemerhati urusan kesejahteraan anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), UNICEF, baru saja mengumumkan bahwa puluhan ribu anak-anak di bawah usia lima tahun di negara bagian Sudan Selatan menghadapi risiko kematian yang terkait dengan malnutrisi akut (gizi buruk).
Juru bicara PBB Christophe Boulierac (baca Christophe Bulirak) dalam sebuah konferensi pers di Jenewa hari Selasa (23/09/ 2014) mengatakan meskipun ada beberapa perbaikan pada situasi ketahanan pangan di negara bagian Sudan Selatan, hanya saja beberapa penyakit lain menghambat anak-anak mengkomsumsi nutrisi dan suplemen makanan karena kurangnya air bersih untuk minum dan kurangnya akses keperawatan kesehatan dasar.
Christophe menambahkan, anak-anak di Sudan Selatan, khususnya yang tinggal di daerah yang terkena dampak konflik menghadapi risiko yang lebih besar, demikian dikutip dari laman berita Sudan, meshkat.com.
Lebih dari 1,4 juta pengungsi, separuh dari mereka adalah anak-anak yang terkena risiko lebih daripada orang dewasa.
Dia mengatakan bahwa tingkat situasi Sudan Selatan sudah sangat kritis dan berbahaya. Di sebagian Negara Afrika tingkat malnutrisi akut melebihi 30%, tertinggi dua kali lipat tingkat darurat yang diakui secara resmi.
Bulan Mei, UNICEF pernah mengatakan, sekitar 50.000 anak di bawah usia lima tahun sudah menderita kekurangan gizi parah dan UNICEF memperingatkan angka itu potensial menggelembung menjadi 200.000 jika tidak ada bantuan dari PBB.
Somalia mengalami kekeringan sangat parah tahun 2011, di mana lebih dari 13 juta rakyatnya terdampak oleh kekeringan itu. Negara itu dinyatakan sebagai wilayah bencana kelaparan.
Menurut PBB sekitar 250.000 orang, kira-kira separuhnya adalah anak-anak, meninggal di Somalia saat bencana kelaparan itu.*/Abidurrahman Sibghatullah