Hidayatullah.com–Pejabat Amerika Serikat mengatakan bahwa ISIS/ISIL menjadi kelompok teror yang paling kaya, yang meraup puluhan juta dolar perbulan dari penjualan minyak di pasar gelap, hasil uang tebusan dan rampasan.
Menurut pejabat keuangan untuk urusan terorisme dan pendanaan intelijen Amerika Serikat, David Cohen, ISIS/ISIL meraup uang sampai 1 juta dolar setiap hari hanya dari penjualan minyak yang berasal dari ladang-ladang minyak yang dikuasainya di berbagai wilayah Suriah dan Iraq.
Taktik pendanaan yang dipakai ISIS/ISIL memungkinkan kelompok itu meraup hingga puluhan juta dolar setiap bulannya, kata Cohen yang ditugaskan Presiden Obama dalam tim khusus untuk memutus sumber dan jalur pendanaan kelompok itu.
Dari pengilangan minyak yang dikuasainya, ISIS/ISIL mampu menghasilkan sekitar 50.000 barel perhari, kata Cohen hari Kamis (23/10/2014) dalam pertemuan yang digelar oleh Carnegie Endowment for International Peace dikutip AFP.
Minyak tersebut kemudian dijual dengan harga murah ke berbagai perantara, termasuk sebagian berasal dari Turki, yang akan menjualnya kembali.
Minyak ISIS/ISIL juga dijual ke orang-orang Kurdi di Iraq, yang kemudian menjualnya kembali ke Turki, dengan memanfaatkan jaringan pasar gelap yang sudah ada sejak lama di kawasan itu.
Bahkan rezim Suriah pimpinan Bashar Al-Assad juga diketahui membeli minyak dari ISIS/ISIL yang sekarang menguasai sumber-sumber minyak yang dulu dikuasai pemerintah Damaskus.*