Hidayatullah.com–Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB di Sudan mengatakan pada hari Ahad (30/12/2014) jumlah pengungsi yang melarikan diri ke Sudan Selatan dari Sudan meningkat menjadi dua ratus ribu orang, menunjukan pada situasi kemanusiaan yang makin memburuk.
Menurut laporan mingguan Kantor PBB di Khartoum, jumlah pengungsi yang telah tiba Sudan Sudan Selatan telah mencapai sekitar 205 ribu orang menambahkan bahwa para pengungsi sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan seperti “makanan, kesehatan dan tempat tinggal.”
Komisaris Tinggi Komisioner PBB untuk Pengungsi Antonio Guterres dikutip Meshkat.com, mengatakan bulan lalu di sebuah konferensi pers di Khartoum bahwa pengungsi dari Sudan Selatan melarikan diri ke Sudan menghindari konflik perebutan kekuasaan di negara itu.
Mereka dalam keadaan penuh putus asa setelah kehilangan rumah dan mata pencaharian serta sanak-keluarga mereka.
Guterres menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah dan rakyat Sudan yang menerima pengungsi Sudan Selatan dan memberikan dukungan yang diperlukan bagi mereka.
Sebelumnya pada Februari lalu, PBB meminta otoritas Sudan untuk memudahkan “transit langsung dan jangka panjang” bagi pengungsi yang melarikan diri dari kekerasan di Sudan Selatan, juga PBB menawarkan dukungan untuk Khartoum untuk memberikan perlindungan bagi ekspatriat baru.
Badan-badan PBB itu mengatakan sekitar 1,8 juta warga Sudan Selatan mengungsi dari rumah-rumah mereka karena konflik tersebut dan 1,4 juta lainnya terlantar. Pernyataan tersebut mengatakan separuh dari yang mengungsi di dalam negeri adalah anak-anak.
Kedua badan itu mengatakan sebagian besar tugasnya dilakukan di negara bagian, Jonglei, Nil Hulu dan Unity.*/Abdurrahman Sibghatallah