Hidayatullah.com- Secretary Second Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Myanmar, Irzani Ratni, menyambut baik penyaluran bantuan kemanusiaan yang dilakukan para relawan kemanusiaan Indonesia kepada pengungsi di Rakhine.
“Menurut hemat saya, niat bapak ini sangat bagus sekali. Karena (bantuan) ini sangat dibutuhkan masyarakat Myanmar pada umumnya, khususnya pengungsi di Rakhine State itu. Kita memang manusia yang cinta damai,” kata Irzani pada Selasa, (7/11/2017) saat menerima kedatangan tim dari Lazis Baitul Maal Hidayatullah (BMH) bekerjasama dengan Al-Khair Foundation (AKF), di kantor KBRI di Jalan Pyidaungshu Yeiktha, No. 100, Yangon, Myanmar.
Direktur Program dan Pemberdayaan BMH Dede H. Bakhtiar dalam rombongan itu menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan pihak KBRI untuk Myanmar kepada mereka.
“Hal ini menjadi motivasi bagi kami agar lebih banyak lagi dalam berbuat untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Dede kepada awak hidayatullah.com yang juga ikut terjun menyalurkan bantuan ke kamp pengungsian Rohingya di Sittwe Township, Rakhine State.
Baca: AKF-BMH Salurkan Langsung 1.600 Paket Sembako untuk Rohingya
Dede berharap, berikutnya pihak KBRI untuk Myanmar semoga dapat diajak bekerjasama dalam pendistribusian bantuan kemanusiaan kepada para pengungsi Rohingya di kamp-kamp pengungsian di Sittwe Township, Rakhine State, Myanmar.
CEO al-Khair Foundation (AKF), Wawan Setiawan mengatakan, setiap pendistribusian bantuan, kami selalu mendapat izin resmi dari pemerintah setempat, dalam hal ini Kementerian Keamanan dan Perbatasan Sittwe City, Rakhine State, Myanmar.
“Termasuk juga, sertifikat distribusi bantuan yang diketahui dan disetujui oleh komite di masing-masing kamp ataupun desa. Kami juga menyimpan lokasi GPS titik-titik hand pump,” jelas Wawan.
Baca: Bunyi Tembakan Terdengar Saat Ribuan Etnis Rohingya Larikan dari Kekerasan di Myanmar
Sebelum berpamitan pulang, Irzani meminta tim BMH dan AKF untuk melengkapi semua laporan kegiatan selama pendistribusian bantuan di kamp pengungsian Rohingya Sittwe Township, Rakhine State, Myanmar.
“Bapak lengkapi dulu semuanya dan teruskan saja programnya. Nanti saya sampaikan ke Pak Dubes. Supaya Pak Dubes tahu. Oh, sudah sampai di sini pekerjaan bapak-bapak di lapangan,” pesan Irzani melemparkan senyum.*