Hidayatullah.com–Dar Al Ifta Al Mishriyah melansir hasil kajiannya untuk merespon argumen ISIS yang dalam melegalkan tindakan pembakaran pilot Yordan Muadz Kasasbih hidup-hidup. Menurut pihak ISIS, Abu Bakr Ash Shiddiq dan Khalid bin Walid telah melakukan hal yang sama.
Merespon argument tersebut, pihak Dar Al Ifta Al Mishriyah menyatakan bahwa riwayat yang menyebutkan bahwa Abu Bakr Ash Shiddiq melakukan pembakaran terhadap Al Faja’ah As Sulami dalam keadaan hidup merupakan riwayat yang tidak shahih.
Pihak Dar Al Ifta menyatakan bahwa dalam seluruh periwayatan yang melaporkan hal itu tidak lepas dari perawi yang bernama Ulwan bin Dawud Al Bajali yang merupakan perawi yang tercacati.
Lembaga Fatwa Mesir ini menyebutkan bahwa Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Lisan Al Mizan menukil bahwa Imam Al Bukhari menyatakan,”Ulwan bin Dawud, disebut Ibnu Shalih, munkarul hadits”.
Demikian juga Al Hafidz Nuruddin Al Haitsami memberikan komentar terhadap riwayat tersebut dalam Majma Az Zawaid,”Telah meriwayatkannya Ath Thabarani dan padanya terdapat Ulwan bin Dawud Al Bajali, dia dhaif dan atsar ini termasuk yang diingkari atasnya”.
Demikan pula Al Uqaili dalam Adh Dhu’afa menukil bahwa Ulwan bin Dawud adalah seorang pencuri dari para pencuri.
Kedudukan Atsar Khalid bin Walid
Disamping membahas mengenai status kisah pembakaran yang dinisbatkan kepada Abu Bakr Ash Shiddiq, Dar Al Ifta juga membahas mengenai periwayatan pembakaran secara hidup-hidup yang dinisbatkan kepada Khalid bin Walid.
Manurut Dar Al Ifta, bahwa sanad kisah itu adalah batil, hal ini disebabkan karena dalam periwatannya terhadap perawi yang bernama Muhammad bin Humaid Ar Razi, dimana Imam Ibnu Hibban berkata mengenai dirinya,”Ia termasuk yang meriwayatkan secara sendirian dari para perawi tsiqah dengan banyak hal yang terbalik. Abu Zur’ah dan Muhammad bin Muslim bin Warah berkata,’Shahih bagi kami bahwa sesungguhnya ia berbohong’”.
Dar Al Ifta menegaskan bahwa hadits telah melarang membunuh dengan cara membakar sebagaimana yang diriwayatkan Imam Al Bukhari dalam Shahihnya,”Janganlah kalian menyiksa dengan api, sesungguhnya tidak menyiksa dengan menggunakan api kecuali Rabb-nya”.
Demikian sebagian dari tanggapan Dar Al Ifta Al Mishriyah yang dilansir oleh Pusat Penyiaran Dar Al Ifta Al Mishriyah (4/2/2015) merespon tindakan ISIS terhadap pilot Yordan Muadz Kasasbih.