Hidayatullah.com–Tim Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) KBRI Riyadh yang dipimpin Sekretaris Ketiga, Chairil Anhar Siregar mengaku terharu melihat kondisi WNI atas Sumaryani Bt. Kandar Bin Daslan yang berada di kursi roda akibat menderita stroke.
Tim Perlindungan KBRI mengaku gembira karena dapat menemukan Sumaryani yang sudah dilacak keberadaannya selama setahun setelah dilaporkan ‘hilang kontak’.
Yang tak kalah mengharukan, Tim menyaksikan majikannya yang sangat bertanggungjawab turut mendorong kursi roda mengantar Sumaryani ke KBRI Riyadh.
Seperti Sumaryani Bt. Kandar Bin Daslan merantau ke Arab Saudi sejak 1988 untuk mencari nafkah demi kebutuhan keluarganya.
“Selama 27 tahun ia tidak pernah pindah majikan karena diperlakukan dengan baik oleh majikannya yang bernama Abdullah Mohammad Hamad Al Olayan, yang sudah menganggapnya seperti keluarga sendiri,” demikian tulis dimuat laman www.kemlu.go.id, Selasa, 17 Maret 2015.
Sumaryani pernah minta pulang selamanya ke Indonesia. Namun majikan memohon agar dirinya tetap bekerja karena sulit menemukan penggantinya. Dalam kurun waktu 27 tahun, Sumaryani sempat beberapa kali cuti, yang terakhir adalah 13 tahun lalu atau tahun 2002.
Awal bekerja Sumaryani digaji SR. 600 (sekitar Rp 2 juta) yang diterimanya lancar tiap bulan dan naik secara bertahap hingga akhirnya mencapai SR. 2.000 (sekitar Rp 7 juta, untuk kurs hari ini) sejak 2 bulan lalu. Gajinya selalu dikirim ke Jamilah, anaknya yang tinggal di Indonesia.
Pada pertengahan September 2014 Sumaryani jatuh di kamar mandi akibat serangan stroke pada tubuh bagian kiri. Saat itu, majikannya langsung membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Ketika Sumaryani membutuhkan perawatan lanjutan dari RS, sangat disayangkan karena kemudian diketahui bahwa masa berlaku kartu identitasnya (iqomah) telah kadaluwarsa.
Untuk memperpanjangnya dibutuhkan paspor yang masih berlaku, Sumaryani datang ke KBRI Riyadh didampingi majikannya.
Nama Sumaryani sendiri bukan nama baru bagi Tim Perlindungan WNI KBRI Riyadh. Sejak 2013 sudah ada permintaan pulang dari Indonesia. Namun karena Tim tidak disuplai dengan data lengkap, maka Tim kesulitan melacak keberadaannya.
Saat ini Sumaryani sedang dalam perawatan RS Shumeisy dan sering dikunjungi majikannya.
“Majikannya sangat bertanggungjawab. Tidak hanya mendorong kursi roda atau membesuk Sumaryani, majikannya juga berkomitmen akan menanggung semua biaya perawatan Sumaryani dan mendampinginya pulang sampai kampung halamannya,” tutup Chairil.*