Hidayatullah.com—Lima puluh tiga negara mengeluarkan sebuah pernyataan terhadap World Health Organization (WHO) dalam pertemuan tahunan organisasi itu, yang isinya menyoroti kasus pelanggaran seksual yang dituduhkan kepada para staf yang bekerja untuk WHO di Republik Demokratik Kongo.
Dalam pernyataan itu mereka mengatakan bahwa para pemimpin WHO mengetahui perihal tuduhan kasus-kasus itu tetapi tidak berbuat apa-apa untuk menanggapinya, lansir BBC Jumat (28/5/2021).
Tahun lalu, investigasi yang dilakukan oleh media mendapati bahwa pekerja bantuan kesehatan yang bertugas menanggulangi wabah Ebola memaksa para wanita untuk berhubungan seks dengan mereka. Sedikitnya dalam dua kasus wanita yang menjadi korban akhirnya hamil.
Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan hasil investigasi independen terhadap tuduhan-tuduhan itu akan dilaporkan pada bulan Agustus.*