Hidayatullah.com—Kartunis Charlie Hebdo, Renald “Luz” Luzier, yang menggambar kartun Nabi Muhammad untuk edisi pertama setelah penembakan di kantor majalah tersebut di Paris awal tahun ini, mengumumkan akan keluar dari perusahaan penerbitan itu.
Renald Luzier kepada koran Prancis Liberation mengatakan beban pekerjaannya semakin sulit untuk ditanggung menyusul kematian tekan-rekannya.
Dua belas orang tewas dalam insiden penembakan di kantor Charlie Hebdo pada 7 Januari 2015. Dua di antaranya adalah petugas polisi yang berjaga-jaga di depan kantor tabloid satir itu. Empat kartunis andalan Charlie Hebdo menemui ajalnya; Jean “Cabu” Cabut, Bernard “Tignous” Verlhac, Georges “Wolin” Wolinski dan Philippe Honore. Stephane “Charb” Charbonnier sang pemimpin redaksi berakhir umurnya saat itu juga.
“Setiap edisi yang terbit merupakan siksaan karena yang lain telah pergi,” kata Luz seperti dikutip BBC.
Luz bergabung dengan Charlie Hebdo sejak tahun 1992 dan mengatakan pengunduran dirinya merupakan sebuah pilihan yang sangat pribadi sifatnya. Dia akan keluar pada bulan September.
“Menghabiskan malam-malam tanpa tidur mengenang mereka yang mati, mengira-ngira apa yang Charb, Cabu, Honore, Tignous sudah akan lakukan sungguh sangat melelahkan,” kata Luz.
Luz mengumumkan rencananya untuk meninggalkan Charlie Hebdo pada hari Senin (18/5/2015), tetapi mengatakan bahwa banyak orang yang mendesak agar dirinya tidak keluar.
“Mereka lupa bahwa yang mengkhawatirkan itu adalah menemukan inspirasi [untuk menggabar kartun],” kata Luz.
Tabloid satir yang kerap kesulitan mendanai setiap edisi terbitannya itu, sekarang mendapatkan sumbangan hingga puluhan juta euro, menyusul insiden penembakan Januari lalu.
Tetapi Luz dalam wawancara sebelumnya mengatakan bahwa keamanan finansial itu justru menimbulkan pertanyaan mengenai ke mana arah redaksional tabloid itu di masa depan.*




