Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Referendum Konstitusi Australia untuk Akui Aborigin sebagai Penduduk Pertama

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Juni 2015 16:11 4:11 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Juni 2015 18:00
Bagikan
Suku Aborigin, penduduk asli Australia yang belum mendapatkan haknya
Bagikan

Hidayatullah.com–Laporan mengenai persiapan referendum Konstitusi Australia terkait posisi orang Aborigin diajukan ke Parlemen hari Kamis (25/6/2015), dengan dukungan lintas partai.

Disebutkan perlunya mengakui orang Aborigin sebagai penduduk pertama yang menghuni Benua Australia.

Laporan itu disampaikan anggota parlemen dari Partai Liberal Ken Wyatt dengan dukungan Partai Buruh dan Partai Hijau.

“Sudah saatnya mengakhiri kebisuan rakyat Australia mengenai posisi orang Aborigin dalam konstitusi negara kita,” kata Wyatt dikutip laman Radio Australia.

Komite parlemen lintas partai membut laporan ini setelah bertahun-tahun mengadakan konsultasi di seluruh daerah.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Laporan ini menjadi kerangka referensi bagi diskusi lebih lanjut antara Perdana Menteri, Pemimpin Oposisi dan perwakilan masyarakat Aborigin yang akan digelar di Sydney awal bulan depan.

Dalam salah satu usulan, laporan ini meminta agar Pasal 25 Konstitusi Australia diubah karena masih memberikan kewenangan kepada negara bagian untuk mendiskualifikasi pemilih dalam pemilu berdasarkan ras mereka.

Diusulkan pula perlunya konsititusi memasukkan pasal yang mengakui bahwa Australia pertama kali dihuni oleh orang Aborigin, serta pasal yang mengakui adanya keberlanjutan hubungan antara orang Aborigin dengan tanah air mereka.

“Ini bukan berarti memberikan kekhususan kepada orang Aborigin atau bahwa mereka memiliki hak-hak lebih dibanding orang Australia lainnya,” kata Wyatt.

“Ini lebih merupakan upaya koreksi terhadap konstitusi kita,” tambahnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Australiakonstitusisuku aborigin
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mari Sikapi “Islam Nusantara” Secara Adil [3]
Tulisan selanjutnya Wakil Presiden Burundi Kabur Tinggalkan Negaranya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Erdogan Buka Pintu Bagi Negara Sahabat Gabung Perjanjian Pertahanan Makkah

Berita
8 Agustus 2026 06:00
Investigasi Drop Site: Ada Pejabat PBB Jadi Informan ‘Israel’
Kepala Intelijen Saudi di Baghdad Bahas Keamanan Regional dengan PM Iraq
Perang dengan Iran Kuras Persediaan Rudal Amerika Serikat
Untuk Kesekian Kalinya, Istri Netanyahu Dituduh Aniaya ART

Terbaru

  • Trump Tuntut Iran Bayar “Kompensasi” dalam Setiap Kesepakatan Damai di Masa Depan
  • Dari Kaltim ke Maroko, Dua Hafidz Ini Wakili Indonesia di MTQ Internasional
  • Untuk Kesekian Kalinya, Istri Netanyahu Dituduh Aniaya ART
  • Suriah akan Ubah Pangkalan Militer Rusia Jadi Pusat Pelatihan Bersama
  • Gandeng ICMI dan BRIN, Pemprov Maluku Tegaskan Pentingnya Kebijakan Berbasis Riset
  • Genosida ‘Israel’ Sebabkan Ribuan Muslimah Gaza Keguguran
  • Sita Kontainer Tujuan ‘Israel’, Malaysia Tegaskan Larangan Berhubungan dengan Zionis
  • Inilah Lima Poin Utama Pakta Pertahanan Mekkah antara Turki-Arab Saudi dan Pakistan
  • Liga Arab Sambut Pakta Pertahanan Makkah untuk Dunia Islam
  • Turki, Arab Saudi, dan Pakistan Bentuk Pakta Pertahanan Makkah: “Serang Satu, Hadapi Bertiga” 

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?