Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mantan Anggota Parlemen Inggris akan Disidang Sebagai Pedofil

Ama Farah
Terakhir diupdate: 29 Juni 2015 21:47 9:47 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 29 Juni 2015 21:47
Bagikan
Greville Janner (berdiri) bersama PM Inggris David Cameron.
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang mantan anggota parlemen Inggris akan dihadapkan ke meja hijau terkait tuduhan atas dirinya yang mencabuli 9 orang anak.

Greville Janner akan menghadapi gugatan pidana atas tindakannya mencabuli anak-anak pada tahun 1970-an hingga 1980-an.

Lord Janner, begitu dia biasa dipanggil, dulu adalah anggota parlemen yang juga duduk di House of Lords. Dia membantah semua tuduhan pedofilia yang ditujukan padanya.

Kepala kejaksaan Inggris yang merupakan teman karib Janner, Alison Saunders, awalnya pernah mengatakan bahwa bekas anggota parlemen itu tidak bisa digugat hukum sebab menderita dementia.

Tetapi Sauders hari ini, Senin 29 Juni, berubah pendapat setelah sebuah tim independen mengkaji kasus Janner.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Saunders mengatakan bahwa menurutnya sulit untuk mengambil sikap dalam kasus itu, sebab argumentasi kedua pihak –antara kubu yang ingin memproses hukum Janner dan yang tidak– sama-sama kuat.

Pengacara Liz Dux, yang mewakili sejumlah korban pencabulan oleh Janner, kepada BBC berkata, “Mereka sungguh sangat bahagia.”

“Ini yang mereka (para korban) selalu inginkan: bersaksi di persidangan untuk membeberkan fakta. Mereka sempat mulai kehilangan kepercayaan terhadap sistem hukum Inggris dan keputusan ini telah memulihkannya. Mereka kini merasa sepenuhnya dibersihkan namanya,” kata Dux seperti dikutip Euronews (29/6/2015).*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wanita Arab Emirat Dihukum Mati karena Membunuh Guru Amerika
Tulisan selanjutnya Tunisia Kerahkan 1.000 Polisi Bersenjata di Tempat Wisata

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

87 Persen Penonton Situs Berita Muslim Inggris Tak Percaya Houthi Menargetkan Mekkah

Berita
17 September 2026 20:49
Al-Azhar Kecam Serangan ke Arab Saudi, Minta Semua Pihak Tahan Diri
LPPOM dan Balai POM DKI Dorong Industri Kosmetik Siap Hadapi Regulasi BPOM dan Halal
Al-‘Aqabah: Jalan Terjal Menuju Peradaban Fitrah
900 Tahun Islam di Maladewa, Presiden Muizzu Resmikan Lembaga Investasi Wakaf untuk Makmurkan Rakyat

Terbaru

  • Erdogan akan Maju Pemilihan Presiden 2028
  • Gerebek Kelab Malam dan Bar Gay, Turki Tangkap 162 Aktivis LGBT
  • 87 Persen Penonton Situs Berita Muslim Inggris Tak Percaya Houthi Menargetkan Mekkah
  • Komisi Eropa Mengajukan RUU Larangan Akses Media Sosial Bagi Anak di Bawah 13 Tahun
  • Bertemu Mahmoud Abbas Presiden Mesir Menolak Pengusiran Warga Palestina dari Jalur Gaza
  • Wanita Afghanistan Dideportasi dari Amerika Serikat oleh Pengadilan ‘Alien Terrorist’
  • Didepak dari Tur Ed Sheeran, Macklemore Donasikan 1 Juta Dolar untuk Palestina
  • Sejumlah Negara Muslim Kecam Serangan Drone ke Mekkah
  • Tingkatkan Publikasi Internasional, Unhan RI Tekankan Integritas dan Etika Pemanfaatan AI
  • Texas Sahkan Kurikulum Sejarah Anti-Muslim, Kaitkan Islam dengan Perang dan Perbudakan

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?