Hidayatullah.com—Turki akan berusaha menarik investasi sebesar $1 miliar dari perusahaan-perusahaan Amerika Serikat saat kunjungan resmi Presiden Recep Tayyip Erdogan ke negeri Paman Sam pekan depan. Demikian dikatakan kepala Badan Hubungan Ekonomi Luar Negeri Turki (DEIK) hari Sabtu (26/3/21016) seperti dilaporkan kantor berita resmi Anadolu.
Erdogan dijadwalkan akan tiba di Amerika Serikat pada hari Selasa (29/3/2016) untuk memulai kunjungan resmi empat hari. Selama itu Erdogan akan menghadiri pertemuan tingkat tinggi perihal nuklir dan peresmian “Maryland Külliye”, sebuah kompleks bangunan bergaya Islam-Utsmani di negara bagian Maryland.
Presiden Turki itu juga dijadwalkan bertemu dengan para CEO dari 25 perusahaan terbesar Amerika Serikat dalam pertemuan yang diselenggarakan oleh DEIK, Badan Pendukung dan Promosi Investasi (ISPAT) dari kantor perdana menteri, serta Dewan Bisnis Amerika Serikat-Turki.
“Kami mengharapkan janji investasi lebih dari $1 miliar dari pertemuan itu,” kata Ketua DEIK Omer Cihad kepada Anadolu.
Ketua ISPAT Arda Emut mengatakan para investor potensial akan bertemu dengan Erdogan.
“Kami akan meminta mereka datang dan menjadi bagian dari keberhasilan kita,” ujarnya. “Sektor Energi, informatika, makanan, keuangan dan kesehatan akan menjadi agenda,” imbuhnya.
Baca juga: Turki Sekarang Juga Impor Gas Alam dari Amerika Serikat
Menurut Ermut, tahun lalu Turki berhasil menarik sekitar $1,5 miliar investasi tidak langsung dari Amerika Serikat. Secara keseluruhan tahun lalu Turki mendapatkan investasi asing sebesar $16,5 miliar.
Amerika Serikat adalah pasar ekspor kelima terbesar bagi Turki, kata Kementerian Ekonomi. Tahun 2015 ekspor barang dan jasa ke AS mencapai nilai $6,4 miliar, sehingga menjadikan Turki sebagai suplier ke-33 terbesar pasar Amerika Serikat.
Sementara itu impor Turki dari Amerika Serikat mencapai $11,1 miliar.
Amerika Serikat termasuk dalam daftar negara target untuk tahun 2016 yang dibuat oleh Kementerian Ekonomi Turki.*