Hidayatullah.com—Bos perusahaan elektronik raksasa asal Jepang Toshiba mundur dari jabatannya menyusul terungkapnya skandal akuntansi bernilai milyaran dolar. Akibatnya perusahaan terpaksa menjual sebagian asetnya.
Hari Selasa (21/7/2014) pimpinan eksekutif (CEO) Toshiba, Hisao Tanaka, beserta jajarannya meletakkan jabatan setelah penyelidikan independen menemukan bahwa perusahaan melebih-lebihkan laba yang diperoleh dengan total 151,8 milyar yen (USD1,22 milyar) selama periode enam tahun dari 2008.
Angka laba akal-akalan itu sekitar 3 kali lipat dari perkiraan keuntungan awal perusahaan.
Penyelidikan independen mengungkap bahwa “malpraktik institusional” yang terjadi di Toshiba disebabkan oleh budaya perusahaan, di mana bawahan atau pekerja takut untuk berbicara menyelisihi bos mereka, yang terus mendorong agar menghasilkan laba sebanyak-banyaknya.
Untuk memperbaiki pembukuannya, Toshiba menjual saham di perusahaan asal Finlandia, Kone.
Dilansir BBC hari Rabu (22/7/2015), Toshiba telah menjual sahamnya di perusahaan pembuat elevator itu senilai 864,7 juta euro atau sekitar USD946,2 juta.
Dalam pernyataannya konglomerat asal Jepang itu mengatakan penjualan saham tersebut akan membantu “efisiensi penggunaan aset perusahaan” dan “memperbaiki kondisi pembukuannya.”
Kone hari Rabu mengumumkan pengunduran diri anggota eksekutifnya, Kazunori Matsubara, yang merupakan mantan CEO Toshiba Elevators, yang bergabung dengan Kone pada Februari 2015.
Kone mengatakan penjualan saham dan pengunduran diri petingginya itu tidak mempengaruhi aliansi strategis kedua perusahaan.*