Hidayatullah.com—Kepala Badan Energi Atom Iran hari Sabtu (12/9/2015) mengatakan telah menemukan sebuah sumber uranium baru yang tidak terduga dalam jumlah besar dan segera akan menggalinya untuk menambang mineral bahan utama pembuatan bom nuklir itu.
“Saya tidak dapat mengumumkan (berapa banyak jumlah) cadangan uranium Iran. Yang penting adalah bahwa sebelum dilakukan aerial prospecting untuk menemukan bijih uranium kami tidak terlalu optimis. Tetapi dengan temuan baru ini membuat kami yakin dengan cadangan [uranium] kita,” kata kepala program nuklir Iran Ali Akbar Salehi seperti dikutip kantor berita resmi IRNA.
Pernyataan itu menimbulkan keraguan atas hasil kajian sebelumnya yang dilakukan oleh sejumlah analis Barat, yang mengatakan bahwa negara Syiah itu memiliki cadangan uranium yang rendah dan tidak lama lagi harus mengimpor material mentah untuk program nuklirnya, lapor Reuters.
Tanda-tanda apapun, yang mengindikasikan bahwa Iran akan mampu secara mandiri memenuhi kebutuhan dalam menjalankan program nuklirnya, dicermati dengan sangat ketat oleh negara-negara Barat. Mereka takut aktivitas nuklir Iran akan diarahkan untuk pembuatan senjata perusak massal.
Bulan Juli kemarin, pemerintah Teheran berhasil menandatangani kesepakatan dengan negara-negara Barat soal nuklir, sehingga sanksi-sanksi ekonomi yang dikenai atas negerinya dicabut.
Sebuah laporan tahun 2013 yang disusun oleh lembaga think tank Carnegie Endowment dan Federation of American Scientists menyebutkan bahwa sumber daya alam berupa uranium di Iran jumlahnya tidak banyak dan berkualitas rendah sehingga negara itu terpaksa akan mendapatkannya dari negara lain (impor).*