Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Seperempat Remaja Inggris yang Aborsi Pernah Hamil Sebelumnya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 September 2015 19:52 7:52 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 September 2015 20:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Nyaris satu dari empat remaja yang melakukan aborsi di Inggris dan Wales pernah hamil sebelumnya setidaknya sekali, ungkap sebuah studi dalam Journal of Adolescent Health.

Menurut para peneliti, mereka memerlukan dukungan dan saran mengenai kontrasepsi.

LSM kesehatan seksual dan reproduksi FPA mengatakan, pendidikan seks bagi remaja di sekolah sangatlah penting.

Peneliti dari University of East Anglia yang menggunakan data aborsi dari Kantor Statistik Nasional dan Departemen Kesehatan menyimpulkan, bahwa jumlah aborsi di kalangan kelompok usia ini menurun sejak tahun 2007, dengan tingkat saat ini di 17 per 1.000 remaja.

Tapi selama 20 tahun terakhir, proporsi remaja yang melakukan aborsi dan sudah pernah hamil sebelumnya, meningkat sebesar 33%.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Untuk menjaga tingkat kehamilan remaja 15-19 tahun pada rekor terendah saat ini, perlu dialokasikan tambahan waktu untuk mendidik remaja yang hamil bagaimana di masa depan menghindari kehamilan yang tidak diinginkan.

‘Kelompok berisiko tinggi’

Lisa McDaid, peneliti utama dari UEA Norwich Medical School, mengatakan gadis belia yang hamil dapat dianggap “kelompok risiko tinggi untuk kehamilan yang tak diinginkan berikutnya, tidak pas waktunya, atau tidak diinginkan.”

“Semua organisasi perlu bekerja bersama sehingga remaja bisa memiliki rencana kontrasepsi yang efektif yang memenuhi kebutuhan mereka setelah kehamilan, juga agar remaja mendapatkan dukungan yang berkelanjutan untuk mendorong penggunaan dan peningkatan akses pada kontrasepsi darurat,” demikian Lisa McDaid dikutip BBC.

Natika Halil, pemimpin FPA, mengatakan pendidikan seks (SRE) di sekolah-sekolah adalah cara penting untuk mendorong anak-anak muda mendapat informasi ini.

“SRE (pendidikan seks dan reproduksi) menunda usia anak muda dalam melakukan hubungan seks pertama, dan di luar mekanisme reproduksi dan kontrasepsi – yang tidak boleh diabaikan – pendidikan seks dan reproduksi itu mengajarkan tentang persoalan yang lebih luas tentang persetujuan dan pembicaraan (untuk melakukan hubungan seks), rasa hormat dan keyakinan diri, bagaimana mengenali sehat atau tidaknya suatu hubungan, bagaimana mengatakan tidak dan kapan berkata ya.”

Tapi dia mengatakan dukungan yang berkelanjutan juga harus terus diberikan.

“Yang juga sama pentingnya adalah bahwa ketika anak muda telah melakukan aborsi, mereka diberikan perawatan yang tepat, termasuk pengetahuan tentang pilihan kontrasepsi mereka.”*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:aborsihamilinggrisremajaseks
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hasyim Muzadi Lontarkan Khittah Jilid Dua NU
Tulisan selanjutnya Warga Albury Cemaskan Rencana Kelompok Anti Islam Australia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?