Hidayatullah.com–Perdana Menteri Australia yang baru, Malcolm Turnbull, telah mengumkan bahwa pemerintahannya mengalokasikan dana A$100 juta (±1,03 trilyun rupiah) guna mencegah terjadinya kekerasan dalam rumah tangga, yang berakar dari kurang dihormatinya perempuan di negeri kangguru itu.
Dilansir BBC, anggaran itu termasuk untuk sistem keamanan bagi wanita berisiko, seperti pembelian ponsel baru, dan untuk mendukung program help line (konsultasi dan bantuan via telepon) bagi laki-laki.
Turnbull mengatakan tingginya angka kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap perempuan oleh pasangan atau anggota keluarga lainnya merupakan “aib”.
“Adalah mimpi saya Australia di masa depan dikenal sebagai negara yang menghormati wanita,” kata Turnbull dalam konferensi pers di Melbourne hari Kamis (24/9/2015).
“Semua kekerasan terhadap perempuan berawal dari tidak dihormatinya perempuan,” kata Turnbull.
Anggaran program pencegahan KDRT itu diumumkan setelah terjadi, pada pekan ini di negara bagian New South Wales saja, pembunuhan atas tiga orang perempuan dan seorang bayi oleh pasangan dan anggota keluarga mereka.
Anggaran itu juga merupakan tanggapan atas sejumlah tokoh di Queensland yang awal bulan ini meminta supaya pemerintah bertindak untuk mengatasi KDRT.
Dari anggaran seratus juta dolar itu, 21 juta dolar akan digunakan untuk membantu para wanita dari suku asli Australia. Sebanyak 12 juta dipakai untuk ujicoba teknologi supaya perempuan aman, seperti alat pelacak GPS yang harus dipakai pelaku. Dana 17 juta dipakai untuk memasang kamera pengawas di rumah wanita berisiko KDRT dan scanner pencari alat penyadap. Dan 15 juta untuk pembentukan unit khusus KDRT, yang terdiri dari praktisi hukum, pekerja sosial dan petugas penghubung lintasbudaya (cultural liaison).
Namun, menurut mantan menteri kepolisian di Victoria, Ken Lay, program itu saja tidak cukup.
“Menurut saya kita semua tidak akan terkejut jika kita melihat ada lagi perempuan yang kehilangan nyawanya [karena KDRT],” kata Lay, menegaskan bahwa masih banyak hal lain yang harus dilakukan untuk menanggulangi KDRT di Australia.*