Hidayatullah.com–Dua khatib di dua masjid tersuci (Masjidil Haram Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah al Munawarah) menyerukan kaum Muslimin menyelamatkan dan menolong Masjid Al-Aqsha. Mereka menyebut apa yang menimpa masjid Al-Aqsha adalah pelanggaran dari penjajah Israel yang “menyakitkan hati umat Islam”.
Seruan itu disampaikan dalam khutbah Idul Adha di Masjidil Haram Makah Mukarramah dan khutbah Idul Adha di Masjid Nabawi Madinah Munawarah yang dihadiri oleh jutaan umat Islam.
“Umat saat ini melewati periode yang berbeda, mengherankan namun menyakitkan. Dipenuhi dengan kezhaliman dari musuh mereka dan dikuasai mereka,” demikian ujar Khatib di Masjidil Haram, Syeikh Khalid Ghamidi dikutip PIC.
“Apa yang kita saksikan tentang apa yang terjadi di Baitul Maqdis (Al-Quds) dan tindakan permusuhan serta pelanggaran penjajah Israel terhadap masjid Al-Aqsha, dan juga yang terjadi di negeri muslim lain sangat menyakitkan hati,” ujar Syeikh Ghamidi.
Seperti diberitakan Kantor Berita Saudi WAS, sekitar 1 juta jamaah shalat menunaikan shalat Idul Adha di Masjid Nabawi dan luber hingga ke jalan-jalan.
Yang bertindak sebagai Imam di Masjid Nabawi adalah Syeikh Abdul Bari Tsubaiti yang dalam khutbahnya menyerukan umat Islam banyak istigfar dan membebaskan diri dari neraka.
Tentang Majid Al-Aqsha, ia menyatakan, masjid Al-Aqsha merintih karena kehilangan rasa aman dan karena kehormatannya dilanggar. Para perusak mempermainkan kesuciannya di halaman masjid Al-Aqsha.
Karena itu, kewajiban umat Islam adalah membelanya dan menjaganya dari kejahatan para penjajah.
Syeikh Abdul Bari memberikan apresiasi kepada warga Al-Quds yang memiliki sikap heroik, penuh harga diri dan pengorbanan dalam membela Al-Aqsha.
Sejak 13 September, pasukan Israel melakukan penggerebekan setiap hari ke masjid Al-Aqsha bersama warga pemukim Yahudi. Mereka akhirnya terlibat bentrokan dengan jamaah shalat. Sebab pasukan Israel melemparkan bom gas air mata, bom mercon dan peluru karena sehingga puluhan jamaah Palestina luka.*