Hidayatullah.com–Englad, kota bersejarah di Cambridge, akan segera membangun sebuah masjid dengan menara yang mempesona di tengahnya. Masjid itu sendiri akan menjadi masjid pertama yang sengaja dibangun di kota yang juga menjadi masjid yang ramah lingkungan.
Setelah bertahun-tahun berurusan dengan masalah kepadatan penduduk di berbagai bagian kota itu, komunitas Muslim yang sedang tumbuh di sana memutuskan itulah saatnya mereka untuk mengambil tindakan. Sejak musim panas tahun 2008, sebuah lahan dan sebuah gudang tua telah dibeli dan rencananya akan menjadi masjid baru. Daripada mendirikan sebuah masjid, mereka memutuskan dari sejak awal masjid itu akan menggunakan prinsip-prinsip ramah lingkungan.
“Peradaban Islam telah menjadi dasar penolakan terhadap pemborosan yang merupakan bentuk dari tidak mensyukuri karunia Allah dan jadi dalam pembangunan masjid baru di Cambridge ini, kami sangat banyak gerakan lingkungan setempat di dalamnya kami menggunakan pompa panas terbaru, teknologi konversi, dan atap hijau sehingga kami hanya menghasilkan hampir 0 persen jejak karbon,” komentar Ketua dari Trust, Tim Winter yang juga dikenal dengan Abdul Hakim Murad dikutip Environment-ecology.com.
Winter juga menambahkan bahwa mereka berniat untuk membangun masjid pertama yang benar-benar ramah lingkungan dan menghimbau Muslim di seluruh dunia untuk memenuhi tanggung jawab mereka pada lingkungan.
Didesain oleh arsitek pemenang penghargaan Marks Barfield yang juga dibalik suksesor proyek London Eye dan Kew Treetop Walkway, menjadi sebuah oasis yang tenang di tengah lingkungan hutan adalah alasan munculnya ide untuk membangun masjid itu.
Winters menambahkan, “Bangunan ini akan benar-benar inklusif, ramah lingkungan, sopan, dan aman bagi lingkungan.
Dalam desain masjid itu akan terjadi perluasan dari taman yang sudah ada sebelumnya dan akan juga menanam pohon-pohon yang akan mengelilingi bangunan masjid serta membangun parkir sepeda di dekat jalan dan tempat parkir mobil di basemen. Proyek bangunan senilai 13 juta Euro itu, dapat memuat lebih dari 1.000 orang laki-laki dan perempuan, terdapat juga sebuah kafe, ruangan mengajar, dan ruang pertemuan yang dapat digunakan oleh komunitas Muslim lokal ataupun non-Muslim.
“Masjid baru itu akan menjadi lingkungan yang sesungguhnya serta pusat spiritual, yang mudah diakses oleh transportasi umum dan pejalan kaki, dengan fasilitas yang dapat digunakan sebagai tempat pertemuan kelompok-kelompok formal dan informal serta sebagai destinasi untuk mengisi waktu luang,” kata Winters.*/Nashirul Haq AR