Hidayatullah.com–Buldoser milik Israel hari Rabu pagi (06/01/2016) menghancurkan sebuah masjid di sebuah Desa Badui yang tidak diketahui wilayah Rakhamah di Gurun Negev selatan Palestina 1948.
Para prajurit penjajah dalam jumlah banyak diturunkan ke wilayah tersebut dan menghalangi orang-orang untuk masuk ke masjid sebelum dimulainya penghancuran itu.
MK Arab Abu Arar yang mengutuk keras penghancuran masjid yang dilakukan Israel, memperingatkan bahwa lusinan masjid lainnya juga akan dihancurkan di Negev oleh Zionis.
Dia mengatakan pada Quds Press bahwa Desa Badui yang tidak dikenal di Negev itu hanya dihuni oleh Muslim yang memiliki hak untuk beribadah secara bebas dan mempertahankan tempat ibadah mereka.
Penghancuran masjid Rakhamah itu sejalan dengan perang agama yang sedang Israel kobarkan di wilayah itu, tuduh Abu Arar. Menurut Arar, apa yang dilakukan Israel ini sebagai usaha menghabisi penduduk Arab dan menggantikan dengan mereka.
“Pembongkaran masjid hari ini dan penghancuran masjid di Negev pada umumnya, adalah deklarasi perang terhadap Islam, sejalan dengan perang agama Israel yang telah memicu di kawasan itu,” kata Abu Arar dikutip imemc.org.
Ratusan kota dan masjid milik Palestina telah dihancurkan sejak didirikannya negara Israel, tunjuk dia.
Otoritas Israel sedang meningkatkan tekanan pada populasi Arab Negev dalam usaha mereka untuk mengosongkan tanah orang arab dan memindahkan mereka, yang bertujuan untuk membangun blok-blok pemukiman di atas reruntuhan desa-desa Arab.
Rakhama adalah salah satu dari sekitar 40 desa Badui di Negev dimana Israel menolak mengakui. Pemerintah Israel bulan lalu menghancurkan bangunan di desa Badui al-Araqib, juga di Negev.
Sumber di Palestina menunjukkan bahwa tiga masjid lainnya baru-baru juga dihancurkan di Negev.
Sebuah komite pembela masjid mengutuk keras tindakan Israel itu dan menghimbau agar melakukan protes massal di seluruh wilayah untuk menolak kebijakan penghancuran Israel tersebut.*/Nashirul Haq AR