Hidayatullah.com—Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyeru kepada rezim Suriah dan Rusia agar mengakhiri serangan udaranya.
Hal itu dikemukakan Erdogan hari Kamis (4/2/2016) saat konferensi pers bersama dengan sejawatnya di Ekuador, Rafael Correa, di ibukota Quito.
“ketika Rusia, dan rezim habis-habisan membombardir rakyat [Suriah], apa ada solusi lain bagi mereka kecuali lari menyelamatkan diri [keluar negaranya]? Ke mana orang-orang itu akan pergi?” tanya Erdogan, seraya menambahkan serangan udara harus dihentikan sehingga perundingan damai yang saat ini terhenti dapat membuahkan hasil.
Perundingan di Jenewa guna mengakhiri perang sipil di Suriah yang disponsori Perserikatan Bangsa-Bangsa dihentikan hari Rabu kemarin (3/2/2016), karena pertempuran di Suriah memanas.
“Sebagaimana Anda ketahui, perundingan Jenewa dihentikan sementara kemarin sampai 25 Februari dan serangan-serangan terhadap rakyat Suriah terus terjadi selama perundingan,” kata Erdogan seraya menambahkan bahwa akibat serangan udara di Aleppo belum lama ini, ribuan warga sipil mulai berbondong-bondong pergi ke Turki.
“Teman-teman kami di Eropa ingin agar kami mengakhiri arus pengungsi. Bagaimana arus itu bisa dihentikan kalau serangan-serangan tersebut terus berlangsung?” kata Erdogan seperti dikutip kantor berita Anadolu.
Sebelumnya PM Turki Ahmet Davutoglu mengatakan sekita 10.000 orang Suriah menunggu di luar pintu perbatasan dengan Turki hari Kamis dini hari menyusul serangan udara di Aleppo oleh pasukan rezim Suriah dibantu Rusia.
Turki saat ini menampung lebih dari 2,7 juta pengungsi Suriah dan dianggap sebagai pintu gerbang menuju Eropa.*