Hidayatullah.com |IHH–Dakwaan atas korupsi terhadap 24 orang di Turki, termasuk Baris Guler, putra Menteri Dalam Negeri Muammer Guler, dan Kaan Caglayan, putra Menteri Ekonomi Zafer Caglayan, semakin ramai diberitakan.
Mereka diduga terlibat dalam penyuapan, sehubungan dengan proyek-proyek pembangunan perkotaan dan alokasi izin konstruksi.
Namun Presiden IHH (Insani Hak ve Huriyetlere Insani Yardim Vakvi) Bulent Yildirim, dalam konferensi pers akhir Desember 2013 menyatakan jangan mudah percaya dengan tuduhan korupsi tersebut.
Menurut Yildirim, ada kekuatan dan pemodal internasional yang berada di balik skenario ini.
Ketika ditanyakan apakah investigasi mengenai korupsi dan penyuapan yang berlangsung di Turki mempengaruhi IHH.
“Kami menganggap bahwa penyidikan mengenai korupsi ini terkait dukungan Turki kepada Suriah dan Palestina. Kami percaya bahwa pemerintah Turki ingin memerangi korupsi. Akan tetapi, mereka yang menunggu 6-7 bulan untuk mengungkap korupsi, lalu menjadikan dokumen itu sebagai alat pemerasan adalah yang sebenarnya terlibat dalam korupsi,” tukas Yildirim.
Menurut Yildirim, “Karena mengapa perlu menunggu 6-7 bulan untuk mengungkap tuduhan korupsi tersebut? Dukungan Turki terhadap Suriah dan Palestina kini semakin menguat. Maka ‘Israel’ mengambil tindakan cepat sebelum pertemuan Jenewa di mana Turki akan memperjuangkan hak-hak rakyat Suriah. ‘Israel’ juga mencoba mengangkat kasus Mavi Marmara sambil mencoba mengembalikan hubungan mereka dengan Turki. Saya tegaskan di sini, jangan pernah percaya kepada ‘Israel’. Kami sebagai IHH, tidak percaya atas tuduhan korupsi-korupsi tersebut sampai ada bukti yang nyata. Bukti-bukti yang ada saat ini tidaklah akurat dan dibuat-buat.”
Yildirim juga menjelaskan kepada para wartawan, “Kami menerima informasi bahwa investigasi korupsi juga akan dilakukan terhadap IHH. Ada yang mempermasalahkan video anggota IHH sedang bersama orang-orang bersenjata di Suriah. Di mana masalahnya? Coba saja kalau berani, datang ke Suriah dan antarkan bantuan. Tentu kami perlu penjaga keamanan untuk mengantarkan bantuan tersebut. Tetapi ini tidak berarti kami mendukung Assad. Saya katakan dengan sangat jelas, saya tidak percaya video, foto, atau pun dokumen yang dikeluarkan polisi tanpa pemeriksaan penyeluruh.”
Atas semua permasalahan yang dihadapi IHH dalam kegiatan sosial mereka, Presiden IHH tersebut menegaskan, “Kami telah memperhitungkan langkah-langkah kami. Dengan izin Allah, kami tidak takut dengan masalah-masalah yang ada.” *