Hidayatullah.com—Lebih dari 50 staf Perserikatan Bangsa-Bangsa telah dibunuh, dipenjara atau hilang di Suriah, kata UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA) hari Jumat (25/3/2016).
Pernyataan itu dikeluarkan dalam rangka peringatan Hari Solidaritas Orang yang Ditahan atau Hilang. OCHA mengatakan masalah itu juga dialami oleh organisasi lokal dan internasional lain, seperti Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.
“Total sebanyak 35 anggota staf PBB masih ditahan atau hilang, kebanyakan merupakan staf UNRWA,” kata OCHA. UNRWA adalah lembaga khusus PBB yang menangani urusan pengungsi Palestina.
“Sejak awal krisis di Suriah pada Maret 2011, 17 anggota staf PBB, 53 anggota staf Bulan Sabit Suriah dan relawan, serta 8 anggota staf Bulan Sabit Merah Palestina dan relawan telah kehilangan nyawanya,” kata OCHA seperti dikutip AFP.
OCHA menambahkan, “ratusan pekerja medis” tewas saat menjalankan tugasnya dan lembaga-lembaga swadaya masyarakat (LSM) lokal juga kehilangan staf mereka.
“Sejak 1 Januari 2015 saja, laporan-laporan terpercaya menyebutkan bahwa sedikitnya 55 anggota staf LSM terbunuh di Suriah,” kata OCHA.
Koordinator kemanusiaan regional OCHA untuk konflik Suriah, Kevin Kennedy, menyeru kepada pihak-pihak yang terlibat dalam pertempuran di Suriah melindungi para pekerja bantuan kemanusiaan dan menuntut pembebasan para anggota staf PBB yang diculik.
“Kami menyeru pembebasan segera dan tanpa syarat atas rekan-rekan yang masih ditahan, dan kepada pihak-pihak yang berkonflik agar segera mengungkapkan perihal nasib mereka yang masih dinyatakan hilang,” kata Kennedy.*