Hidayatullah.com—Dua pemimpin militer senior ISIS terbunuh dalam serangan udara pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat dekat kota Mosul, Iraq, kata Pentagon.
Mereka adalah wakil menteri perang ISIS, yang mengawasi pendudukan Mosul tahun 2014, dan seorang komandan senior, kata juru bicara Departemen Pertahanan AS Peter Cook seperti dilansir BCC Jumat (1/7/2016).
Serangan udara koalisi pimpinan AS membantu pasukan Iraq dan sekutunya (dari Syiah) memukul mundur ISIS. Setelah merebut kembali Fallujah, Mosul adalah medan perang selanjutnya bagi pasukan Iraq.
Dalam sebuah pernyataan Cook mengatakan, Basim Muhammad Sultan Al-Bajari adalah mantan anggota Al-Qaidah (Al-Qaeda) yang memimpin sebuah batalion ISIS yang dikenal menggunakan bom rakitan, bom bunuh diri dan gas mustard dalam serangan-serangannya.
Hatim Talib Al-Hamduni merupakan komandan militer ISIS di Mosul dan kepala polisi militer di kawasan itu, imbuh Cook.
“Kematian mereka, berikut serangan atas pemimpin-pemimpin ISIL lain bulan lalu, telah menurunkan kekuatan kepemimpinan ISIL di Mosul dan mengenyahkan dua anggota militer paling senior mereka di utara Iraq,” kata Cook.
Mereka berdua tewas akibat “serangan presisi” pada 25 Juni, kata jubir Pentagon itu.
Baru-baru ini pasukan keamanan Iraq, yang dibantu militan-militan Syiah, dan mendapat dukungan berupa serangan udara pasukan AS dan koalisinya mengklaim telah berhasil menguasai kembali Fallujah dari tangan ISIS.*