Hidayatullah.com—Parlemen Turki hari Jumat malam (19/8/2016) menyetujui kesepakatan pemerintah Ankara dengan Zionis Israel berupa pembayaran kompensasi untuk korban tewas tragedi Mavi Marmara 2010, lapor kantor berita resmi Turki Anadolu.
Dalam kesepakatan tersebut Tel Aviv akan membayar $20 juta kepada para keluarga korban, sebagai bagian dari kesepakatan normalisasi hubungan antara Turki dan Zionis Israel yang dicapai bulan lalu.
Uang itu akan ditransfer sekaligus ke sebuah rekening bank yang dibuka oleh Turki dan dibagikan melalui saluran-saluran diplomatik. Transaksi itu akan diselesaikan dalam 25 hari kerja, setelah kesepakatan bilateral kedua negara itu diwujudkan.
Awal bulan ini, PM Turki Binali Yildirim mengatakan Tel Aviv memenuhi semua prasyarat yang diajukan Ankara untuk pemulihan hubungan kedua negara, yang memburuk menyusul tragedi Mavi Marmara.
Prasyarat yang diminta Turki dari Israel adalah agar pemerintah Zionis meminta maaf secara resmi, membayar uang kompensasi untuk korban Mavi Marmara dan mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk ke Jalur Gaza.
Permintaan terakhir sempat dikira banyak kalangan berarti blokade atas Jalur Gaza oleh Zionis dicabut. Namun, sesungguhnya Zionis hanya melonggarkan aturan masuk bantuan dari Turki ke wilayah pesisir Palestina itu. Sebagaimana dikatakan Netanyahu, Israel tetap memberlakukan blokade laut atas Gaza, dan oleh karenanya bantuan yang dikirim Turki harus diturunkan di pelabuhan Israel, lalu diangkut lewat darat memasuki wilayah Jalur Gaza.
Permintaan maaf sudah disampaikan PM Israel Benjamin Netanyahu kepada Recep Tayyip Erdogan pada tahun 2013, yang kala itu masih menjabat perdana menteri.
Selama hubungan diplomatik Turki-Israel memburuk, kerjasama bidang perdagangan kedua negara tidak pernah putus.*