Hidayatullah.com–Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menyatakan anggota IS diduga terlibat dalam pengeboman di sebuah acara pernikahan di Gaziantep yang telah menewaskan 50 orang lebih dan melukai 94 lagi.
Pemerintah lokal mengatakan selain korban tewas 50 orang, puluhan lainnya mengalami luka-luka dan saat ini sedang dirawat di rumah sakit-rumah sakit di Gaziantep. Serangan bom ini merupakan salah satu serangan paling mematikan di Turki sepanjang tahun ini.
“Perayaannya hampir berakhir dan ada ledakan besar di antara orang-orang yang menari,” kata Veli Can, 25. “Darah dan potongan tubuh di mana-mana.”
Erdogan mengatakan, pelaku diperkirakan masih remaja, berusia 12 hingga 14 tahun.
“Ledakan adalah hasil dari bom bunuh diri pelaku berusia antara 12 dan 14 tahun baik meledakan maupun diledakan oleh orang lain,” kata Erdogan pada konferensi pers di Istanbul, seperti dilansir AFP, Senin (22/8/2016).
Setidaknya 12 orang dimakamkan pada Ahad (21/08/2016), namun pemakaman lain diperkirakan harus menunggu kerena diperlukan tes DNA untuk mengidentifikasi mereka, demikian kutip CNN hari Ahad, (21/08/2016).
Ledakan terjadi di wilayah Sahinbey, merupakan rumah bagi banyak warga Kurdi. Partai pro-Kurdi, Partai Rakyat Demokrat (HDP), mengatakan bahwa yang menikah adalah salah satu anggota mereka.
Mahmut Togrul, anggota parlemen HDP dari Gaziantep, mengatakan bahwa ISIS dituding menjadi dalang serangan untuk memprovokasi tensi etnis.
Selama beberapa bulan terakhir, Turki bergejolak akibat rangkaian serangan bom dan percobaan kudeta yang gagal pada pertengahan Juli lalu.
Pada awal Juli, serangan bom yang diklaim oleh kelompok militan ISIS menewaskan 44 orang di Bandara Internasional Ataturk di Istanbul. Maret lalu, dua pengebom bunuh diri menewaskam 40 orang di Ibu Kota Ankara, serangan ini diklaim oleh kelompok Kurdi.
Sementara itu, belum ada klaim dari ISIS atau kelompok lain atas serangan ini.*