Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Pentingnya Membudayakan Tradisi Antri

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 Agustus 2016 09:37 9:37 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Agustus 2016 09:37
Bagikan
Bagikan

oleh: Idham Oka

 

Suasana ramai dan berisik mulai menghampiri saat makan malam di Pesantren di daerah Jogja ini.  Terlihaat puluhan santri berburu ke dapur tempat untuk mengambil hatah makan malam mereka.

Ada dari mereka yang membawa piring di tangan kanan dan gelas di tangan kirinya.  Suasana yang akan jarang ditemukan di kehidupan lain,  kecuali di Pondok Pesantren.

Perjugan untuk makanpun dimulai. Santri yang datang pertama kali mengambil jatah nasi yang pertama dan juga jatah lauk-pauk yang pertama.

Baca Juga

Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja

Alhamdulillah lauk malam ini bisa dikatakan istimewa karena berbeda dari biasanya.  Ayam adalah makanan yang ditunggu-tunggu para santri setiap minggunya.  Makanan yang dianggap biasa namun sangat luar biasa bila disajikan di hadapan para santri.

Mereka nampak asyik dan senang dengan suasana mengantri, tidak ada yang ramai atau bertengkar gara-gara ingin mendapatkan jatah nasi atau ayam.

Walupaun ada saja satu-dua orang yang memaksa berjubel dan masuk barisan di depannya. Weeeee Tobuuurrrrr….., suara teriakan pendek menggema namun tidak sampai menimbulkan keributan.

Budaya Mengantri

Beginilah suasan pondok pesantren,  sungguh berbeda jauh dengan situasi dan kondisi mereka yang belajar di luar.  Tidak hanya mereka yang masih duduk di bangku sekolah, bahkan di kalangan orang dewasa budaya mengantri sudah cukup mengkhawatirkan.

Di Indonesia sudah banyak kisah dan berita mengenai korban tewas akibat mengantri jatah Beras Miskin (Raskin) atau bantuan dana dari pemerintah untuk fakir miskin.  Mereka bahkan rela menjatuhkan bahkan mendorong orang yang lebih lemah dan tua agar segera mendapatkan jatahnya lebih dahulu.

Kenikmatan yang hanya dirasakan sekejap namun berujung pada kematian karena terlindas oleh orang banyak. Tak jarang  ada juga yang karena kehabisan oksigen sehingga mereka susah untuk bernafas dan meninggal dunia.

Sudah saatnya kita miliki budaya tertib, termasuk sabar dalam urusan mengantri.  Biasakan berserah diri dan sabar.

Sebab tertib untuk mengantri adalah simbol dari pada umat muslim yang taat akan nilai-nilai peraturan dan tatanan dalam berinteraksi dengan manusia untuk mendapatkan sesuatu yang berharga.

Tidak penting  mendapat sedikit ataupun banyak, yang perlu kita lakukan adalah bersyukur dan bersabar.  Semoga ini menjadi pelajaran bagi kita.*

Pengajar di Pondok Pesantren Baitussalam Yogyakarta

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:antribudaya antriPondok Pesantren
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Korban Bom di Pesta Pernikahan Turki Jadi 50 Orang
Tulisan selanjutnya Pendeta Ini Sebut Banjir di Louisiana Azab Akibat Perilaku LGBT

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Berita
31 Agustus 2026 19:36
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

Terbaru

  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Problem Pendidikan Islam

28 Desember 2022 11:20
Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?