Hidayatullah.com—Sekitar 2.000 orang pengunjuk rasa menyusuri jalan-jalan di ibukota Inggris, London, hari Sabtu (3/9/2016) guna menyuarakan penentangan mereka terhadap rencana Inggris keluar dari Uni Eopa.
Dengan slogan “March for Europe”, demonstran berjalan kaki dari Hyde Park ke gedung parlemen Inggris di Westminster. Aksi protes serupa juga berlangsung di beberapa kota lain, termasuk Edinburg dan Birmingham, lapor Deutsche Welle.
Peserta protes terlihat mengusung sejumlah tulisan seperti “Stop Brexit!” dan “We Need EU!”.
Penyelenggara unjuk rasa menyeru agar Inggris tidak menerapkan Article 50, pasal tentang keluarnya sebuah negara dari keanggotaan Uni Eropa. Mereka juga meminta agar hubungan erat bidang budaya dan ekonomi dengan Eropa dipertahankan.
Sementara itu, aksi unjuk rasa tandingan muncul meskipun dengan jumlah peserta lebih sedikit. Mereka mengusung tulisan-tulisan seperti “No More Excuses, We Want Brexit Now!”, menuntut agar Inggris segera keluar dari EU tanpa banyak dalih.
Hari Senin (5/9/2016) parlemen Inggris dijadwalkan menggelar debat perihal referendum kedua guna memastikan apakah negara itu benar-benar akan keluar dari Uni Eropa, setelah menerima petisi yang ditandatangani 4 juta orang yang diajukan sebelum referendum Juni lalu.
Petisi itu meminta agar dilakukan referendum lagi jika dukungan Brexit kurang dari 60 persen dan jumlah pemilik suara yang menggunakan hak suaranya kurang dari 75 persen.
Hasil referendum Juni menunjukkan hanya 52 persen suara yang mendukung Brexit (Inggris keluar dari UE), sementara pemilik suara yang menggunakan hak pilihnya mencapai 72 persen.
Pemerintahan Perdana Menteri Theresa May –yang menggantikan David Cameron yang mundur karena kecewa dengan hasil referendum Brexit– telah mengumumkan tidak memiliki rencana untuk menggelar referendum kedua, dengan alasan menghormati suara rakyat yang telah diberikan pada referendum Juni lalu.*