Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Laporan Relawan Sahabat Al-Aqsha dari Pengadilan Tinggi Istanbul: ‘Alhamdulillah, Kasus Mavi Marmara Tak Jadi Ditutup’

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Oktober 2016 09:16 9:16 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Oktober 2016 08:39
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Kabar angin tentang ditutupnya kasus Mavi Marmara itu berhenti seketika kemarin pagi (19 Oktober 2016) di “Ruang Sidang Kejahatan Berat” (Agir Ceza Mahkemesi Durusma Salonu) Gedung Pengadilan Tinggi Istanbul. Takbir diteriakkan berkali-kali di ruang berkapasitas 250-an orang yang membludak itu.

Tiga hakim laki-laki bertoga hitam, berkerah merah, segera meninggalkan ruangan setelah mengumumkan, “Sidang kasus Mavi Marmara akan dilanjutkan pada jam 10 pagi tanggal 2 Desember 2016.” Sebuah usaha untuk menghentikan proses hukum yang mungkin akan menyeret jenderal-jenderal Zionis Israel ke penjara, berhasil digagalkan.

Bagi keluarga Syuhada dan para relawan, ini kabar gembira yang berlawanan dengan kabar angin yang berembus kuat sejak beberapa minggu terakhir, bahwa kasus ini akan ditutup.

Alasan utama kabar angin itu ialah terjadinya normalisasi hubungan antara Turki dan Israel, serta telah dibayarkannya US$ 20 juta dolar uang kompensasi untuk keluarga Syuhada oleh pemerintah Zionis Israel kepada pemerintah Turki.

Mavi Marmara salah satu dari enam kapal kemanusiaan yang pada tanggal 31 Mei 2010 membawa lebih dari 600 relawan dari 32 negara, berusaha menembus pengepungan Zionis Israel atas Jalur Gaza, membawa sekitar 10 ribu ton bantuan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Di perairan internasional di Laut Mediterania, Mavi Marmara dan lima kapal lain yang menamakan diri Freedom Flotilla (Armada Kemerdekaan) diserang, ditembaki, dan dibajak oleh segerombolan Zionis Israel bersenjata. Sepuluh orang relawan tewas akibat serangan itu, lebih dari 150 orang lainnya luka-luka.

Sejak itu hubungan Turki-Israel memburuk. Kedua negara saling menarik duta besarnya. Sudah 13 kali pengadilan digelar di Istanbul, demi menyeret empat orang jenderal Zionis Israel yang terlibat penyerangan itu ke penjara. Pengadilan-pengadilan juga digelar di beberapa negara yang relawannya ikut diserang dan disekap di Mavi Marmara, seperti Afrika Selatan, Spanyol dan Yunani.

Akibat proses hukum yang dilakukan itu, INTERPOL telah mengeluarkan surat perintah penangkapan empat jenderal penjajah Zionis Israel: yaitu Raul Gabiel Ashkenazi, Kepala Angkatan Bersenjata Zionis Israel waktu kejadian Mavi Marmara; Eliezer Alfred Maron, Panglima Angkatan Laut Zionis Israel; Avishay Levi, Kepala Intelijen Angkatan Udara; dan Amos Yadlin, Kepala Intelijen Zionis Israel.

Perdana Menteri Turki yang sekarang menjabat Presiden Recep Tayyip Erdogan, memberi syarat berat kepada Israel jika hubungan diperbaiki: diantaranya bebaskan Jalur Gaza dari kepungan.

Namun, lima tahun yang penuh ketegangan itu tiba-tiba mencair saat pemerintah Turki memutuskan untuk menerima permintaan maaf Perdana Menteri Zionis Israel Benyamin Netanyahu, serta uang kompensasinya. “Tetapi kami tidak bisa memaksa para keluarga Syuhada untuk menerima uang itu,” tegas Presiden Erdogan suatu ketika.

“Sampai hari ini, pemerintah Turki belum melakukan apapun terhadap uang itu, dan seluruh keluarga Syuhada Mavi Marmara menyatakan menolak uang itu,” jelas Gulden Sonmez, ketua tim pengacara IHH organisasi kemanusiaan yang memberangkatkan kapal Mavi Marmara.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:freedom flotillaisraelkonvoi kemanusiaan menuju GazaMahkamah Kriminal IstanbulMavi MarmaraSidang Mavi MarmaraTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menista Agama adalah Tindakan Kriminal
Tulisan selanjutnya Kuwait akan Rekrut 400 Guru Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset

Berita
28 Agustus 2026 12:20
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?