Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Wali Murid di Moskow Protes Propaganda Kristen Ortodoks dalam Buku Teks Sekolah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 10 Desember 2016 12:07 12:07 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 10 Desember 2016 12:07
Bagikan
Umat Muslim di Rusia.
Bagikan

Hidayatullah.com—Sekelompok orangtua di Rusia mengajukan keluhan ke kantor kejaksaan dengan klaim bahwa departemen pendidikan regional melancarkan propaganda agama Kristen Ortodoks kepada anak-anak melalui buku pelajaran yang memaparkan soal malaikat, air suci dan keajaiban-keajaiban.

Salah satu orangtua itu, Inna Gerasimova, kepada koran Kommersant mengatakan bahwa dia dan sejumlah orangtua lainnya memutuskan untuk melayangkan keluhan setelah membaca buku teks sekolah untuk usia 10-11 tahun dalam pelajaran “Dasar-Dasar Spiritual dan Budaya Moral Orang Rusia.”

“Saya sendiri seorang ateis, tetapi orang-orang yang beragama juga kesal. Separuh keluarga di sekolah kami adalah Muslim, sebab ini adalah sebuah distrik baru di kota Moskow,” kata Gerasimova. “[Di sekolah] kami juga ada keluarga Yahudi serta Katolik Roma dan juga orang-orang Advent,” imbuhnya seperti dilansir RT Jumat (9/12/2016).

Menurut laporan berisi keluhan itu, buku yang bermasalah tersebut menyajikan eksistensi iblis dan malaikat penjaga sebagai fakta. Buku itu juga mengajarkan bahwa keajaiban bisa dilakukan dengan bantuan ikon-ikon (patung atau gambar orang suci) serta air suci.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Para orangtua itu mengatakan mereka sudah pergi ke kantor kementerian pendidikan setempat untuk melaporkan isi buku teks itu, tetapi mereka disuruh memasukkan laporannya ke pengelola sekolah. Tetapi pengelola sekolah justru mengatakan bahwa buku itu dipakai sejak awal atas inisiatif departemen pendidikan. Oleh karena itu, akhirnya para orangtua mengajukan laporannya ke kantor kejaksaan.

Biro media di Kantor Direktorat Penuntutan Umum Moskow tidak bisa segera mengkonfirmasi bahwa pihaknya sudah menerima laporan masyarakat itu, tulis RT.

Rusia memasukkan pelajaran “Dasar-Dasar Spiritual dan Budaya Moral Orang Rusia” sejak tahun 2015. Bahan ajar itu diberikan kepada murid kelas lima sampai sepuluh dan orangtua di Moskow bisa memilih apakah anak mereka boleh memakai buku teksnya.

Buku teks tentang budaya Muslim dan penganut Buddha juga tersedia di daerah lain, begitu pula buku tentang etika umum dan sejarah agama-agama di dunia.

Konstitusi Rusia menyebut Federasi Rusia sebagai negara sekuler dan melarang pihak berwenang memberikan preferensi kepada agama apapun, dan pada saat yang sama melarang mereka memberlakukan batasan atas kebebasan beragama warganegara Rusia.

Mahkamah Agung Rusia sebelumnya pernah menolak keluhan dari kelompok Muslim tentang larangan memakai tutup kepala bagi mereka yang diberlakukan sejak musim gugur lalu di dua wilayah Rusia, Stavropol dan Mordovia. Mahkamah memutuskan bahwa larangan itu memang mengusik kepercayaan Muslim terhadap Tuhan-nya, tetapi tidak melanggar hak-hak konstitusi mereka.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya CIA: Rusia Bantu Trump Memenangkan Pilpres AS
Tulisan selanjutnya Ketum MUI: Isu “Islam Anti Kebhinnekaan” itu Menyesatkan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Berita
31 Agustus 2026 18:22
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?