Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kementerian Myanmar Tulis Sejarah tanpa Rohingya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Desember 2016 06:09 6:09 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Desember 2016 06:09
Bagikan
Etnis Muslim Rohingya, warga paling tertindas di dunia
Bagikan

Hidayatullah.com— Departemen Agama Myanmar berencana menulis sebuah buku sejarah untuk menyingkirkan Rohingya bukan berasal dari Negaranya.

Kementerian Budaya dan Agama Myanmar telah mengumumkan bahwa pihaknya berencana untuk menerbitkan sebuah buku yang merinci “sejarah yang benar Myanmar” yang di dalamnya tidak termasuk etnis minoritas Muslim Rohingya.

Menurut pernyataan yang dimuat oleh kementerian melalui akun Facebook, teks akan diterbitkan sebagai respon terhadap ‘orang asing’ demikian mereka menyebutnya, dengan “bertujuan untuk menodai citra politik Myanmar” dan “mengaduk berbagai hal dengan bersikeras Rohingya ada.”

“Kebenaran yang sesungguhnya adalah bahwa kata Rohingya tidak pernah digunakan atau ada sebagai etnis atau ras dalam sejarah Myanmar,” tambah pernyataan itu.

Fakta menunjukkan, ada sekitar satu juta Rohingya yang tinggal di Myanmar. Dan keturunan mereka telah menghuni negara Arakan barat negara itu selama beberapa generasi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Namun mantan pemerintah militer memperkenalkan undang-undang pada tahun 1982 bahwa setiap yang diakui etnis minoritas haruslah mereka yang sudah tinggal di Myanmar sebelum perang Anglo-Burma pertama 1824-1826.

Pada tahun 2014 pemerintah Myanmar melarang penggunaan istilah Rohingya dan mendaftarkan orang-orang etnis paling tertindas di dunia itu  sebagai orang Bengali dalam sensus penduduk.

Heru Susetyo: Muslim Rohingya Sudah Ada Sebelum Myanmar Ada

Pada bulan Maret 2015 pemerintah Myanmar mencabut kartu identitas penduduk bagi orang-orang Rohingya yang menyebabkan mereka kehilangan kewarganegaraannya dan tidak mendapatkan hak-hak politiknya. Ini menyebabkan orang-orang Rohingya mengungsi ke Thailand, Malaysia dan Indonesia serta terkatung-katung di lautan.

Warga Muslim telah mendiami wilayah Arakan (nama Rakhine) sejak masa pemerintahan seorang raja Buddhis bernama Narameikhla atau Min Saw Mun (1430–1434) di kerajaan Mrauk U. Setelah diasingkan selama 24 tahun di kesultanan Bengal, Narameikhla mendapatkan tahta di Arakan dengan bantuan dari Sultan Bengal kala itu. Sejak itu ia membawa orang-orang Bengali untuk tinggal di Arakan dan membantu administrasi pemerintahannya. Dari situlah mula pertama Islam datang di negeri tersebut.

Kejahatan Kemanusiaan

Amnesty International mengatakan tindakan-tindakan militer Myanmar mungkin merupakan “kejahatan terhadap kemanusiaan” setelah muncul tuduhan kekerasan yang dialami oleh kelompok minoritas Muslim Rohingya.

Organisasi hak asasi manusia juga menuduh militer Myanmar membunuh, memerkosa, menyiksa penduduk sipil dan menjarah dan membakar hunian mereka.

 Lembaga HAM Miliki Bukti Pembumihangusan Desa Warga Rohingya

Dalam laporan terbaru yang dikeluarkan pada Senin (19/12/2016), Amnesty mengatakan kesimpulannya diambil berdasarkan wawancara 35 korban dan 20 orang lainnya yang terjun dalam upaya pemberian bantuan kemanusiaan dan pelaporan di Myanmar.

Disebutkan terjadi “bencana kemanusiaan” dengan adanya pembunuhan membabi buta, penangkapan dan penahanan sewenang wenang, pemerkosaan, penjarahan dan penghancuran rumah termasuk pembakaran 1.200 rumah serta bangunan lain seperti sekolah dan masjid.

Menurut Amnesty International, tindakan militer merupakan “bagian dari serangan meluas dan sistematik terhadap penduduk Rohingya di Negara Bagian Rakhine di bagian utara dan oleh karena itu, mungkin merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan”.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amnesty Internationalbuku sejarah MyanmarDepartemen Agama Myanmaretnis Muslim Rohingyaetnis Rohingyakejahatan terhadap kemanusiaanKementerian Myanmarminoritas Muslim RohingyaRakhineRohingyasejarah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KISPA: Membela Aleppo adalah Panggilan Keimanan
Tulisan selanjutnya Gulen Bantah Berkaitan dengan Anggota Polisi Turki Pembunuh Dubes Rusia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?