Hidayatullah.com–Pemerintah Malaysia melaporkan hujan di negara bagian Terengganu dan Kelantan, mengakibatkan puluhan ribu orang dievakuasi dan puluhan sekolah diliburkan.
Kondisi banjir di negeri-negeri pantai Timur yaitu di Terengganu dan Kelantan semakin bertambah buruk menyebabkan sekitar 23.000 orang dipindahkan ke pusat-pusat penampuangan sejak Rabu siang.
Banjir yang disebabkan hujan juga melanda 10 desa di utara Sabah dengan 135 orang dari 27 keluarga dipindahkan ke tempat aman di Kampung Rukom Ulu dekat Pitas.
Sejumlah 12.910 penduduk dari 3.550 keluarga terkena dampak banjir di Terengganu dengan 139 pusat pengungsian kini beroperasi.
Di Kelantan, kondisi banjir turut mempengaruhi 10.041 orang dari 3.334 keluarga dengan 74 pusat evakuasi dibuka. Kondisi banjir yang semakin buruk ikut memaksa 63 sekolah tutup. Dimana ikut berdampak pada 16.938 murid dan 1.949 guru libur.
“Awalnya pihak kami berniat untuk menutup 24 sekolah namun hujan lebat menyebabkan jalan masuk ke 39 sekolah lainnya telah terhalang atau dilanda banjir, kata Direktur Pendidikan Negeri Terengganu Shafruddin Ali Hussin dikutip Kantor Berita Bernama.
Di Sabah, Direktur Angkatan Pertahanan Awam Malaysia (APM) Sabah Kolonel Muliadi Al-Hamdi Ladin mengatakan 10 desa yang dilanda banjir adalah Kampung Bilangau Besar, Kampung Rukom Ulu, Desa Sinasak Batu, Kampung Sibaung, Kampung Kusilad dan Kampung Pandan Mendamai.
Kampung yang lain adalah kampung Salimpodon Darat, Desa Pinggan-Pinggan, Kampung Indah dan desa Dandun.
Malaysia yang terletak di daerah tropis, di mana pada musim hujan setiap tahunnya sering mengalami bencana banjir.
Pada akhir tahun 2014 di Malaysia, lebih dari 250 ribu orang terpaksa dievakuasi karena banjir parah.*