Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pernah Kunjungi Iran, Mantan PM Norwegia Tertahan di Bandara AS

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 Februari 2017 06:25 6:25 am
Ama Farah
Dipublikasikan 4 Februari 2017 06:20
Bagikan
Bodenvik bersama Presiden AS George W. Bush.
Bagikan

Hidayatullah.com—Mantan perdana menteri Norwegia, Kjell Magne Bodenvik, mengatakan dirinya tertahan di sebuah bandara di Amerika Serikat awal pekan ini karena pernah mengunjungi Iran di tahun 2014.

Bodenvik, yang mengatakan dirinya menggunakan paspor diplomatik, ditahan selama sekitar satu jam.

Dia mengatakan bahwa paspornya juga menyebutkan dirinya adalah seorang bekas perdana menteri.

Petugas keimigrasian mengatakan kepadanya bahwa penahanan itu tidak ada hubungannya dengan surat perintah Presiden Donald Trump, yang melarang masuk sementara orang berkewarganegaraan Iran.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dia justru diberitahu bahwa hal itu berkaitan dengan sebuah peraturan tahun 2015, soal pembatasan ekstra terhadap negara-negara yang termasuk dalam “US visa waiver program”, menurut sebuah wawancara dengan ABC7 seperti dilansir BBC Jumat (3/2/2017).

  • Isi perintah Trump yang melarang pengungsi dan warga 7 negara mayoritas Muslim masuk ke Amerika

Namun, Bodenvik mengatakan dia tidak pernah menghadapi masalah ketika bepergian ke AS dengan dokumen yang sama sebelum dikeluarkannya surat perintah Trump tersebut.

Saat berkunjung ke Iran tahun 2014, dia berbicara soal melawan ekstrimisme di sebuah konferensi internasional atas nama organisasi pemerhati HAM The Oslo Centre, yang mana dia menjabat sebagai ketuanya.

“Saya terkejut, dan saya diprovokasi,” katanya, mengisyaratkan penyebutan Iran telah membuatnya naik pitam.

“Tidak ada alasan untuk takut terhadap seorang bekas kepala pemerintahan yang secara resmi pernah beberapa kali mengunjungi negara ini, termasuk Gedung Putih,” katanya kepada stasiun televisi Norwegia TV2.

Bekas perdana menteri itu terbang ke Amerika Serikat guna menghadiri acara doa nasional pagi hari di Washington, yang juga dihadiri oleh Presiden Donald Trump.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Diboikot Konsumen, Peritel Amerika Tak Lagi Jual Pakaian Ivanka Trump
Tulisan selanjutnya Jumat Tidak Lagi Jadi Hari Libur di Gambia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?