Hidayatullah.com–Syeikh Jabir Ath Tha’i selaku kepala departemen agama di Biro Umum Kementerian Wakaf Mesir, mengatakan bahwa penceramah wanita yang baru diangkat akan melakukan tugas-tugas mereka di oratorium perempuan.
Dia menambahkan bahwa dua hari per minggu akan dialokasikan untuk memberikan ceramah tentang topik terkait dengan wanita.
Ath Tha’i berkata kepada Asharq Al-Awsat (10/2/2007), “144 pengkhotbah ditunjuk sebagai langkah pertama dan ada langkah lagi di masa yang akan datang untuk mengaktifkan perempuan dalam menyampaikan pengetahuan.”
Presiden Mesir Abdul Fattah As Sisi menyatakan sebelumnya mengenai lambannya laju reformasi ceramah agama dan menyerukan otoritas agama resmi untuk memerangi akar mental kelompok-kelompok ekstremis.
Beberapa pengamat mengatakan bahwa penunjukan pengkhotbah perempuan di masjid-masjid di waktu saat ini berada di bawah panggilan Sisi untuk memperbaharui pidato agama, terutama di kalangan perempuan yang dieksploitasi oleh kelompok-kelompok yang disebebut sebagai “ekstremis” di oratorium untuk menyebarkan kebencian di masyarakat.
Pihak depertemen menyatakan bahwa pengkhotbah akan mulai mengajar di masjid-masjid terkemuka di bulan Maret untuk memperbaiki kesalahpahaman pada tingkat hukum Islam.
Pengamat melihat bahwa ada kelompok-kelompok yang akan mencoba untuk mencegah pengkhotbah perempuan dari penjangkauan masyarakat Mesir, terutama di oratorium.
Ada sekitar sembilan pusat Islam yang berafiliasi ke Biro Umum Kementerian Wakaf Mesir yang mengajarkan perempuan untuk menjadi pengkhotbah.
Pada 2015 Desember, pemerintah memutuskan untuk menutup lembaga-lembaga sejenis yang belum memenuhi metodologi Al-Azhar.