Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Birmingham Metropolitan College Larang Niqab

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 11 September 2013 20:05 8:05 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 11 September 2013 20:05
Bagikan
Mahasiswi berniqab di Birmingham Metropolitan College.
Bagikan

Hidayatullah.com–Mahasiswi Muslim dilarang memakai niqab di Birmingham Metropolitan College, Inggris,  karena kekhawatiran mengenai keamanan. Mereka telah diberitahu untuk melepas bagian yang menutupi wajah sehingga mereka ‘mudah diidentifikasi setiap saat’ .

Beberapa mahasiswa menyambut baik langkah tersebut, dengan alasan membuat lebih aman. Namun yang lain  menyebutkan kebijakan ini ‘menjengkelkan’.

Larangan penggunaan niqab itu telah menyebabkan beberapa mahasiswi mendaftar di perguruan tinggi yang berbeda. Mereka yang menggunakan topi dan kerudung juga diminta melepas. Demikian diberitakan The Nation, Rabu (11/09/2013).

Mahasiswi Imaani Ali, 17, mengatakan, kebebasannya telah dilanggar oleh ‘aturan’ itu. “Saya dan teman lain yang memakai hijab diberitahu, kami tidak akan diizinkan menggunakannya di dalam kampus setelah kami mendaftar,” katanya.

“Mereka tidak memberi kami alternatif lain. Kami sudah menyampaikan, kami dapat memperlihatkan wajah kepada petugas keamanan selain memeriksa identitas kita, tetapi mereka tidak tetap tidak mengizinkan. Ini pelanggaran terhadap kebebasan saya dan saya merasa diperlakukan diskriminasi. Ini adalah agama saya, yang saya yakini. Saya tidak ingin masuk ke tempat yang menolak saya, tetapi saya tidak punya pilihan.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Seorang gadis 17 tahun yang tidak mau disebutkan namanya, begitu kecewa terhadap kebijakan yang membuatnya harus mencari perguruan tinggi lain.

“Ini menjengkelkan. Ini (busana) adalah pilihan pribadi dan saya merasa benar-benar terkejut hal ini terjadi di perguruan tinggi yang berada di pusat kota Birmingham, suatu kota yang begitu multikultural dan begitu banyak siswa Muslim,” katanya.

“Ini mengecewakan saya bahwa kami sedang didiskriminasi. Saya tidak mengira niqab yang saya pakai telah membuat saya tertolak belajar atau berkomunikasi dengan siapa pun. Aku tidak pernah punya masalah di kota ini sebelumnya.”

Suleman Hussain, 17, yang mengambil jurusan sains di perguruan tinggi itu sangat tidak setuju dengan larangan itu. Dia berkata, “Mereka tidak akan membawa bom ke perguruan tinggi. Mereka datang ke sini untuk belajar.”

Larangan itu diberlakukan beberapa hari setelah busana yang berkaitan dengan religius dibicarakan di parlemen .

Kettering MP Philip Hollobone yang mendukung larangan penggunaan cadar dan mengangkat masalah ini dalam RUU, mengatakan, pakaian itu bertentangan dengan bagian dasar cara hidup Inggris.

Pimpinan perguruan tinggi, Dame Christine Braddock, membela kebijakan di tempatnya. Ia mengatakan, larangan itu telah berlaku selama beberapa waktu dan telah membuat siswa aman.

“Kami memiliki kebijakan kesetaraan, keanekaragaman, dan inklusi yang sangat kuat di Birmingham Metropolitan College. Tetapi kami berkomitmen untuk memastikan bahwa siswa diberikan lingkungan belajar yang aman dan ramah selama belajar dengan kita,” katanya.

Presiden Asosiasi Muslim Inggris, Omer El-Hamdoon, mengatakan, para wanita di perguruan tinggi harus menerima kebijakan dan mematuhi aturan. “Memang para wanita itu merasa hal itu bagian dari agama, tetapi mereka (perguruan tinggi) menginginkan yang praktis,” katanya .

“Jika Anda pergi ke bank mengendarai sepeda motor, Anda akan diminta melepaskan helm guna identifikasi diri. Juga ketika datang untuk duduk ujian, juga ada masalah seputar identifikasi, karena perguruan tinggi perlu tahu siapa yang mengerjakan ujian itu. Beberapa orang merasa itu bertentangan kebebasan berekspresi, tetapi mereka harus mematuhi aturan yang merupakan bagian dari masyarakat,” katanya.

Ozayr Mir, 17 , mahasiswa yang studi bisnis, mengatakan, “Aturan itu baik-baik saja jika itu untuk alasan keamanan. Toh mereka tidak meminta para wanita untuk memamerkan bagian tubuhnya.”*

 

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dakwah Pak Jenggot di Tengah Malam
Tulisan selanjutnya Sudah Tenang, NU Jember Kosentrasi Pemakaman Korban

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?