Hidayatullah.com–Mantan agen penjualan perusahaan Country Garden di Malaysia mengungkapkan sekitar 90 persen pembeli properti ‘Forest City’ di Johor warga China, demikian lapor South China Morning Post.
Proyek ‘Forest City’ meliputi 1,386.05 hektar, dibangun atas empat pulau buatan manusia di Malaysia merupakan properti paling terkenal di antara penduduk China akibat promosi luas Country Garden, termasuk iklan di stasiun televisi negara itu.
Country Garden yang berbasis di Guangdong adalah pengembang terbesar kedua di China yang memiliki empat proyek perumahan di Malaysia.
Pembangunan tersebut berhasil menarik pembeli China dengan menawarkan harga yang terjangkau dan akses ke program visa Malaysia untuk jangka panjang.
Jurubicara Country Garden mengkonfirmasi bahwa ia telah menutup semua pusat penjualan di tanah besar untuk renovasi, namun membantah langkah itu memiliki kaitan dengan kontrol modal China.
Baca: ASPEK Desak Jokowi Mengkaji Ulang Membludaknya Tenaga Kerja China
Juru bicara berkenaan memperkirakan ada puluhan pusat penjualan Country Garden, tanpa memberikan jumlah pasti hal itu.
Untuk membendung aliran keluar modal, pemerintah China pada Januari lalu melarang rakyatnya dari mengganti Yuan ke mata uang lain untuk pembelian properti di luar negeri.
Pada bulan sama, manajer keuangan Country Garden, Wu Bijun memberitahu bahwa beberapa proyek di Malaysia terpengaruh akibat tindakan tegas pemerintah terhadap aliran keluar modal.
Dimulai pada 2013, proyek ‘Forest City’ menghadapi berbagai tantangan. Reklamasi besar-besaran yang diusulkan di antara Singapura dan Malaysia menimbulkan kekhawatiran kepada kedua pihak mengenai dampak lingkungan – pekerjaan itu dihentikan pada 2014.
Baca: Banjir Pekerja Asal China Dinilai Berpotensi Menjadi Konflik Sosial
Sebagaimana diketahui, ‘Forest City’ adalah proyek properti ramah lingkungan multi guna pertama dan terbesar di Asia Tenggara dalam hal jumlah unit yang dilengkapi taman vertikal dan berkonsep kota pintar. ‘Forest City’, yang terdiri dari empat pulau buatan seluas lebih dari 1,386.05 hektar dengan total estimasi investasi bertahap sebesar 58,3 miliar dolar Singapura hingga 20 tahun ke depan, diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian di wilayah Iskandar dan negara tetangga, Singapura.
Proyek ‘Forest City’ dirancang sebagai kota tiga dimensi, yang dilengkapi dengan taman vertikal yang rimbun dan dikengkapi denganberbagai jenis transportasi publik yang berefisiensi tinggi, ramah lingkungan, dan menggunakan energi terbarukan. Dengan memanfaatkan desain ramah lingkungan yang futuristik dan berbagai teknologi pintar, ‘Forest City’ dirancang untuk menjadi model kota masa depan. ‘Forest City’ telah mengadopsi berbagai praktik terbaik untuk meminimalisir dampak-dampak lingkungan melalui solusi terintegrasi untuk menjamin tidak adanya dampak negatif terhadap lingkungan sekitar.
‘Forest City’ dikelilingi oleh alam yang sangat indah dan sangat dekat dengan fasilitas pendidikan, kesehatan, transportasi, pusat keuangan, dan rekreasi. ‘Forest City’ adalah contoh paling ideal sebuah kota masa depan, dimana visi dan konsepnya lahir dari pengalaman selama 30 tahun lamanya yang dipengaruhi oleh derap langkah globalisasi Tiongkok.*