Hidayatullah.com—Bentrokan terjadi antara kelompok pendukung dan anti Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di depan Kedutaan Besar Turki di ibukota Belgia, Brussels.
Sejumlah orang terluka serius dalam baku hantam antara pendukung dan oponen Presiden Recep Tayip Erdogan di depan Kedutaan Besar Turki di Brussels hari Kamis (30/3/2017).
Perdana Menteri Belgia Charles Michel mengutuk kerusuhan itu, yang dikaitkannya dengan referendum beberapa hari mendatang di Turki yang akan memberikan perluasan kekuasaan drastis kepada Erdogan sebagai presiden.
“Pemerintah Belgia sama sekali tidak memberikan toleransi atas luberan apapun dari referendum di Turki. Saya mengutuk kerusuhan di kedutaannya di Brussels,” kata Michel lewat Twitter seperti dilansir Deutsche Welle.
Insiden itu terjadi bersamaan dengan waktu sampai 9 April bagi warga Turki di enam negara Eropa untuk memberikan suaranya dalam referendum, menyatakan YA atau TIDAK terhadap perluasan kekuasaan presidennya. Referendum di dalam negeri Turki sendiri akan digelar pada 16 April mendatang.
Bentrokan hari Kamis itu dikabarkan terjadi antara orang-orang yang menyatakan YA dan kelompok yang mengatakan TIDAK. Kantor berita Turki Dogan melaporkan 4 orang terluka sebelum akhirnya polisi setempat turun tangan memisahkan mereka. Aksi kemudian berubah menjadi perlombaan caci-maki antara kedua kelompok berseberangan itu.
Kantor berita Firat, pro-Kurdi, mengatakan tiga orang Kurdi ditikam oleh pendukung pemerintah Turki saat mereka mengunjungi tempat pemungutan suara.*