Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dewan Pers Turki Kecam Pemberitaan Koran Pemerintah Soal Pembunuhan Putri Erdogan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 Mei 2015 19:22 7:22 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 7 Mei 2015 19:22
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Dewan Pers Turki hari Rabu (6/5/2015) mengecam pemberitaan perihal dugaan rencana pembunuhan atas putri Presiden Erdogan, Sumeyye, yang muncul di empat media milik pemerintah awal tahun ini.

Dilansir Today’s Zaman, Dewan Pers membuat keputusan bulat pada hari Rabu, yang mana isinya mengecam laporan harian Star, Gunes, Takvim dan Aksam pada Februari lalu, yang mengklaim bahwa wakil ketua partai oposisi terbesar Turki CHP di Istanbul, Umut Oran, telah berkorespondensi dengan “Fuat Avni” yang membocorkan rahasia di Twitter perihal dugaan rencana pembunuhan tersebut.

Dewan menyatakan bahwa keempat koran milik pemerintah itu melanggar kode etik jurnalisme, sebab artikel yang mereka muat berisi tuduhan dan menyatakan seseorang bersalah sebelum ada keputusan dari pengadilan.

Pada tanggal 20 Februari, keempat koran pemerintah itu di halaman depan memuat berita tentang rencana pembunuhan atas Sumeyye Erdogan sebelum pemilihan umum, yang mana rencana itu terungkap dari pesan-pesan pribadi antara pemilik akun Twitter “Fuat Avni” dan Umut Oran. Keempat harian itu mengklaim bahwa akun Fuat Avi dipegang oleh seorang wartawan Turki bernama Emre Uslu yang berbasis di Amerika Serikat. Uslu sendiri menyangkal tuduhan yang mengatakan akun Twitter tersebut dikelola oleh dirinya.

Mendengar berita tentang rencana pembunuhan putri presiden tersebut, Kantor Kejaksaan Ankara langsung melakukan investigasi, yang dilakukan oleh tim penyidik yang khusus menangani kasus pelanggaran atas konstitusi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Oran sebelumnya membantah klaim palsu keempat media itu setelah meminta Twitter agar mengirimkan salinan dokumentasi seluruh korespondensinya yang dilakukan lewat media sosial tersebut.

Pada bulan Maret, Oran membagikan dokumen-dokumen resmi dari Twitter itu kepada awak media.

“Ini semua adalah korespondensi saya selama empat tahun terkahir. Di sana tidak ada satu pesan pun yang saya kirim atau terima dari sosok virtual [Fuat Avni], sebagaimana dibuktikan oleh dokumen setebal 73 halaman yang dikirimkan Twitter ini. Lagi pula mustahil ada kiriman pesan langsung di antara kami, sebab saya tidak mem-follow Fuat Avni dan dia tidak mem-follow saya,” papar Oran.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sabda Raja, Eksistensi Panatagama dan Nasib Gelar Khalifatullah [2]
Tulisan selanjutnya Seluruh Buku Pelajaran Sekolah di Saudi akan Tersedia dalam Bentuk Digital

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?