Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pejabat China Dipecat karena Tak Berani Merokok di Depan Penganut Islam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 April 2017 13:34 1:34 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 April 2017 13:34
Bagikan
Muslim Uyghur dalam tekanan pemerintah komunis China
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang pegawai China yang diduga memberikan pernyataan tidak mau merokok di depan Muslim di Xinjiang, dipecat dari jabatan karena dianggap sebagai memiliki pendirian politik yang tidak stabil dan tidak sesuai dengan kebijakan komunis.

Xinjiang merupakan penempatan bagi etnis minoritas Uyghur yang dikenal menganut Islam.

Sementara pemerintah Komunis China, menganggap etnis Uyghur sebagai kelompok yang ekstrem dan selama ini banyak mengalami tekanan dan tindakan kekerasan.

Menurut AFP mengutip Global Times, pemerintah daerah Hotan pada minggu lalu mengklaim Sekretaris Desa Partai Komunis Provinsi Barat Jelil Matniyaz, tidak berani merokok di hadapan tokoh agama.

Baca: China Anak Larang Anak-Anak Muslim Ikuti Kegiataan Keagamaan

Pemerintah di Hotan menganggap anggotanya yang taat kepada partai komunis harus menunjukkan mereka berani merokok di hadapan penganut agama (Islam) yang mengharamkan rokok.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurutnya, sikap ini demi menyatakan komitmen mereka pada sekularisme yang memisahkan agama dari politik.

Matniyaz dianggap gagal berhadapan dengan kekuatan daerah yang dianggap ekstrem dengan tunduk kepada cara penduduk di daerah yang diwakilinya.

Atas sikap itu, Matniyaz dipecat dari jabatannya dan diturunkan peringkat dari staf senior menjadi staf umum.

Beijing sangat sensitif dengan penduduk Xinjiang yang dituduh sering melakukan kekerasan.

Bahkan, Beijing menempatkan disebut etnis Uyghur sebaris jaringan teroris asing.

Selama ini, etik Uyghur yang mayoritas beragama Islam mengeluh hak budaya dan agama mereka terus didiskriminasi oleh pemerintah komunis.

Baca: Pengadilan China Penjarakan 113 Orang Uighur

Sementara pemerintah China selalu tak peduni dengan kalangan Muslim bahkan banyak menghalangi praktek keagaaam etnis Uyghur dan Muslim di China.

Penganut Islam kebanyakan menempati wilayah barat laut Xinjiang, Gansu, Ningxia, barat daya di Yunnan dan Henan wilayah tengah.

Hui adalah etnis Muslim tertinggi yaitu 9,8 juta orang diikuti etnis Uyghur 8,4 juta orang, Kazakhstan 1,25 juta, Dongxiang 514,000, Kyrgyz 144.000, Uzbek 125.000, Salar 105.000, Tajikistan 41.000, Bonan 17.000 dan Tatar 5.000.

Pada akhir Maret, China memperkenalkan hukum antiekstremisme di Xinjiang yang diantaranya melarang individu memelihara jambang dan jenggot lebat.

Menurut statistik 2013, jumlah penganut Islam di China hanya 2 persen, tetapi jumlahnya menyamai Muslim di Arab Saudi yaitu 26 juta orang, lebih banyak dibandingkan jumlah Muslim di Malaysia yaitu 20 juta orang.

Agama Islam memiliki sejarah lama di China, ada sejak Dinasti Tang ketika Khalifah Usman bin Affan mengirim Saad bin Abi Waqqas kepada Kaisar Tang di Gaozong pada 651M, 20 tahun setelah wafatnya Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wassallam.

Baca: Kota di Xinjiang Larang Pemakai Jilbab dan Berjenggot Naik Bus

Kaisar sangat berkenan dengan Islam dan memerintahkan masjid pertama dibangun di Canton.

Zaman Dinasti Tang merupakan zaman gemilang di China dengan budaya kosmopolitan yang turut membantu memperluas Islam.

Tahun 2014, Pemerintah China melarang pria berjenggot dan perempuan berjilbab menaiki bus umum di wilayah Xinjiang dengan alasan keamanan, sebuah alasan tidak masuk akal.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinadiskriminasi MuslimHotanJelil MatniyazkomunismerokokMuslim ChinaMuslim Xinjiangpartai komunisPejabat ChinaPenganut IslamUyghurxinjiang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI: Penghina Gubernur NTB Harus Diberikan Lagi Penataran Pancasila
Tulisan selanjutnya Pariwisata Indonesia Dikenalkan dalam Konferensi Halal di Pakistan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?