Hidayatullah.com–Wakil Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), Fahmi Salim, mengecam keras perlakuan kasar dan ucapan rasis seorang oknum pengusaha keturunan Tionghoa berinisial SHS, kepada Gubernur Nusa Tenggara Barat [NTB], TGB KH. Dr. M. Zainul Majdi.
Kejadian ini menurutnya seperti fenomena gunung es yang banyak terjadi di Indonesia belakangan ini.
“Harus segera distop dan mereka harus disadarkan bahaya konflik etnis dan SARA,” tegasnya kepada hidayatullah.com, Jum’at (14/04/2017).
Fahmi menyarankan, oknum keturunan Tionghoa itu harus diberikan lagi penataran soal Pancasila, terutama sila ke-3 Persatuan Indonesia, dan sila ke- 5 Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Baca: Klarifikasi dan Imbauan Gubernur NTB terkait Penghinaan atas Dirinya
Sebab, terangnya, kesombongan dan arogansi lantaran kekayaanlah yang membuat jurang antara si kaya dan si miskin, serta kerap memicu konflik.
Apalagi jika didasari kebencian kepada WNI non keturunan, jelas akan merobek tenun kebangsaan dan anyaman persatuan Indonesia, tambahnya.
Tokoh Muhammadiyah ini mengapresiasi sikap dan jiwa besar TGB KH. Dr. M. Zainul Majdi yang telah memaafkan pelaku. Beliau, kata Fahmi, telah mencontoh akhlak mulia Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam yang jika dihina dan dilecehkan pribadinya, maka memaafkan si penghina.
Baca: Kutuk Penghinaan atas Gubernurnya, Masyarakat NTB Desak Polri Tindak SHS
“Namun jika yang dihina dan dilecehkan itu agama dan hukum Allah maka hukum harus ditegakkan,” tegasnya.
Ia mengajak kaum Muslimin untuk mengokohkan jati diri sebagai perajut kebhinnekaan dan menanamkan komitmen kebangsaan yang berbudaya dan luhur.
“Agar kedamaian, ketertiban dan keadilan sosial dapat terwujud bagi seluruh anak bangsa,” harapnya.*/Andi