Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Presiden Baru Venezuela Tak Butuh Pengakuan Amerika

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 April 2012 09:52 9:52 am
Ama Farah
Dipublikasikan 18 April 2012 09:52
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Presiden Venezuela pengganti mendiang Hugo Chavez yang baru terpilih, Nicolas Maduro, mengatakan bahwa dirinya tidak peduli apakah Amerika Serikat akan mengakui kemenangannya dalam pemilihan umum hari Ahad kemarin, lansir Xinhua.

“Adalah saru intervensi yang dilakukan AS terhadap urusan dalam negeri Venezuela,” kata Maduro, Rabu (17/4/2013), dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan Miraflores.

“Keluar dari sini, cukup sudah intervensinya,” tegas Maduro, yang terakhir menjabat wakil presiden mendampingi Hugo Chavez.

“Mereka tidak [berwenang-red] mengakui apa-apa; kami tidak peduli dengan pengakuanmu. Kami telah memutuskan untuk bebas dan kami akan tetap bebas dan independen, dengan atau tanpamu,” kata Maduro, menanggapi pernyataan Menteri Luar Negeri AS John Kerry yang mengatakan Washington belum memutuskan apakah akan mengakui Maduro sebagai presiden Venezuela yang baru atau tidak.

Amerika Serikat hari Rabu kemarin menyeru agar pemilihan umum Venezuela dihitung ulang, menyusul adanya tuduhan kecurangan kubu Maduro oleh kelompok oposisi yang tidak terima dengan kekalahannya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Maduro, yang menjabat sebagai kepala negara sementara menyusul kematian Chavez, hari Ahad dinyatakan menang tipis dalam pemilu presiden dengan perolehan 50,75 persen suara, atau hanya unggul sekitar 1,5% (sekitar 272ribu suara) dari capres oposisi Henrique Capriles.

Kemenangan tipis itu menimbulkan kecurigaan dari kubu Capriles, yang meminta dukungan Amerika Serikat dan organisasi-organisasi Amerika Serikat untuk mendesak dilakukannya penghitungan ulang.

Pengumuman Dewan Pemilu Nasional hari Senin kemarin tentang kemenangan Maduro menyulut aksi demonstrasi yang berujung pada bentrokan, sehingga 7 orang dilaporkan tewas dan 61 lainnya luka-luka.

Hubungan Venezuela dengan AS memburuk beberapa tahun terakhir, di mana puncaknya kedua negara tidak mengirimkan masing-masing duta besarnya sejak 2010.

Pendahulu Maduro, Presiden Hugo Chavez, dikenal sebagai salah satu pemimpin negara yang berani bersuara lantang terhadap Amerika Serikat, yang disebutnya sangat bernafsu menguasai sumber minyak di negaranya dan di negara-negara lain. Venezuela adalah salah satu produsen besar minyak dunia.

Sementara itu negara tetangganya, Brazil, lewat Menteri Luar Negeri Antonio Patriota hari Rabu menyatakan mengakui Maduro sebagai presiden terpilih Venezuela yang baru.

“Kami menghormati kedaulatan Venezuela,” kata Patriota, seraya menambahkan bahwa masalah penghitungan ulang suara merupakan urusan dalam negeri Venezuela sendiri.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Liga Arab Kecam Pameran Dokumen Deklarasi Balfour
Tulisan selanjutnya Perseteruan Antar Salafiyun Mesir Makin Tajam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?