Hidayatullah.com—Pemain tengah Haji Safi dan Masoud Shojaei dicoret dari tim nasional sepakbola Iran setelah bermain melawan kesebelasan Maccabi Tel Aviv asal Israel bersama dengan klubnya di Yunani.
Wakil Menteri Olah Raga Iran Reza Davarzani hari Kamis (10/8/2017) mengumumkan bahwa kedua pemain Panionios itu tidak akan diperbolehkan lagi menggunakan seragam tim nasional Iran, setelah tampil melawan Maccabi di Liga Eropa dalam babak kualifikasi ketiga laga kedua di Yunani awal bulan ini.
“Shojaei dan Haji Safi tidak lagi memiliki tempat di tim sepakbola nasional Iran, karena mereka telah menerobos batas merah yang ditetapkan negara,” kata Davarzani kepada stasiun televisi milik pemerintah Teheran seperti dikutip Deutsche Welle.
“Mereka mempunyai kontrak keuangan dengan sebuah klub, dibayar dan bermain untuk tim itu. Namun, bermain [satu lapangan] dengan perwakilan dari rezim menjijikkan [baca: Israel, red] … merupakan sesuatu yang tidak bisa diterima oleh rakyat Iran,” kata Davarzani.
Haji Safi dan Shojaei menolak bermain dalam laga pertama melawan Maccabi di Israel, meskipun mendapat tekanan dan sanksi denda dari Panionios, kata kementerian. Namun, keduanya ikut ambil bagian melawan klub Israel itu ketika laga kedua digelar di Yunani.
Menurut Iran, berurusan dengan Israel –termasuk menghadapi pemain mereka di arena olah raga– artinya mengakui eksistensi negara Zionis Israel dan mengkhianati Palestina.
“Ini (Israel) adalah sebuah rezim tidak sah yang tidak ingin kami akui keberadaannya,” kata Bahram Ghasemi, jubir Kementerian Luar Negeri Iran.
Sementara itu sejawat Ghasemi di Israel rupanya tidak sependapat. Pihak Kemenlu Israel memuji Haji Safi dan Shojaei yang dianggap berani melawan tabu Iran berhadapan di satu arena dengan atlet Israel.*