Hidayatullah.com–Koalisi partai yang dipimpin oleh kelompok al Ikhwan al Muslimun Yordania mencatat kemenangan dalam pemilihan lokal hari Rabu, setelah aksi boikot dalam 2 Pemilu sebelumnya.
Koalisi Aliansi Nasional untuk Reformasi memenangkan lima dari 12 kursi di Amman dan 25 dari 48 kursi dewan provinsi.
“Di tingkat dewan daerah, koalisi tersebut memenangkan 41 kursi, dari 88 kandidat,” kata Ketua Panel Pemilu IAF, Murad al-Adayla Kepala Panel Pemilihan Umum di Front Aksi Islam (IAF), kelompok kelompok Ikhwanul Muslimin dikutip Anadolu Agency hari Rabu (16/8/2017).
Lebih dari 6.500 kandidat bersaing untuk 2.444 kursi di seluruh negeri, menurut Komisi Independen Pemilihan Independen Yordania (IEC).
Baca: Ikhwanul Muslimin Jordan Bidik Peran Lebih Besar Pemilu Mendatang
Meskipun jumlah calon yang besar, hanya 31 persen dari 4,1 juta pemilih yang memiliki hak untuk memilih. Meskipun jumlah pemilih rendah, pemerintah Yordania memuji hasil pemilihan tersebut.
Sementara itu, Ikhwanul Muslimin memuji hasil pelaksanaan Pemilu kali ini.
“Kami berhasil memenangkan kursi kepresidenan tiga kota besar setelah memboikot Pemilu selama 10 tahun,” kata kandidat Mohammad Marwan, yang mengatakan bahwa ini merupakan tonggak penting.
Pemilu tersebut diselenggarakan berdasarkan undang-undang pembagian kekuasaan pemerintah pusat yang diundangkan pada tahun 2015.
Di bawah undang-undang, 12 provinsi di Yordania akan memiliki dewan eksekutif, ditunjuk oleh pemerintah yang dipimpin oleh seorang gubernur.
Otoritas Yordania pernah melarang Ikhwanul Muslimin di negara itu menyelenggarakan pemilihan internal yang sudah berlangsung dalam 70 tahun terakhir.
Tahun 2016, partai yang merupakan kelompok oposisi terkuat ini dilarang Pemilu dan menutup markas dakwahnya di Amman.*